ITNITN
JURNAL FLYWHEELJURNAL FLYWHEELEnergi listrik merupakan kebutuhan dasar dalam mendorong segala jenis aktivitas kehidupan manusia, oleh karena itu energi listrik begitu sangat diperlukan keberadaannya bagi kehidupan baik untuk beraktivitas sehari-hari maupun untuk yang lainnya. Banyak teknologi yang ditawarkan sebagai alternatif pembangkit listrik seperti solar cell (dengan memanfaatkan panas matahari), PLTS (pembangkit listrik tenaga sampah) akan tetapi diperlukan biaya yang besar untuk mewujudkannya.Pengujian untuk mengetahui apakah generator termoelektrik dapat menghasilkan tegangan atau tidak. Generator termoelektrik adalah sebuah alat yang dapat digunakan sebagai pembangkit tegangan listrik dengan memanfaatkan konduktivitas atau daya hantar panas dari sebuah lempeng logam. Untuk mendapatkan panas tentunya diikuti dengan perpindahan panas sesuai teori thermodinamika. Perpindahan panas dari suatu zat ke zat lain seringkali terjadi dalam industri proses.hal ini dikarenakan energi fosil membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat diperbaruhi. Maka dari itu Penggunaan Pembangkit Listrik Berbasis Thermoelektrik Generator (TEG), dengan Variasi Peltier pada Kulkas diharapkan dapat membantu masyarakat dalam pemanfaatan energi panas yang dihasilkan oleh kulkas, sebagai suplai energi listrik yang efisien dan ramah lingkungan.
Seiring berkembangnya teknologi kebutuhan akan energi listrik terus mengalami peningkatan, sebagian besar sumber energi yang digunakan untuk menghasilkan energi listrik yaitu energi fosil seperti gas, minyak bumi, dan batubara, hal ini dikarenakan energi fosil membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat diperbaruhi.Maka dari itu Penggunaan Pembangkit Listrik Berbasis Thermoelektrik Generator (TEG), dengan Variasi Peltier pada Kulkas diharapkan dapat membantu masyarakat dalam pemanfaatan energi panas yang dihasilkan oleh kulkas, sebagai suplai energi listrik yang efisien dan ramah lingkungan.
Penelitian ini menunjukkan potensi pemanfaatan panas buangan kulkas menggunakan Generator Termoelektrik (TEG), namun untuk penerapannya di masa depan, masih banyak aspek yang memerlukan eksplorasi lebih lanjut. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai optimalisasi desain sistem untuk memaksimalkan perbedaan suhu pada modul termoelektrik. Ini sangat krusial karena output listrik TEG bergantung pada seberapa besar perbedaan suhu antara sisi panas dan dinginnya; pertanyaan penelitian dapat meliputi pengembangan metode pasif atau aktif, serta pemilihan material heat sink yang inovatif, guna mencapai efisiensi pembangkitan listrik yang signifikan dan konsisten. Kedua, penting untuk melakukan penelitian komparatif yang sistematis terhadap berbagai jenis modul termoelektrik Peltier dengan spesifikasi berbeda, termasuk pengujian konfigurasi rangkaian (seri atau paralel) yang optimal, untuk menemukan solusi yang paling efektif dalam mengubah panas buangan kulkas menjadi daya listrik maksimum secara efisien. Studi ini akan memberikan data empiris konkret tentang performa berbagai modul dalam skenario aplikasi yang realistis. Ketiga, aspek durabilitas dan keandalan sistem TEG dalam penggunaan jangka panjang harus menjadi fokus utama. Mengingat kulkas beroperasi terus-menerus, penelitian perlu menyelidiki ketahanan material terhadap siklus termal berulang, serta bagaimana faktor lingkungan seperti kelembaban dan suhu sekitar memengaruhi kinerja dan umur pakai modul. Ini penting untuk memastikan bahwa teknologi ini tidak hanya efisien tetapi juga praktis, stabil, dan berkelanjutan untuk aplikasi rumah tangga dalam jangka panjang.
| File size | 189.74 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Dengan menggunakan model pembelajaran pesantren yang berupa model total quality management. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas produk pendidikanDengan menggunakan model pembelajaran pesantren yang berupa model total quality management. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas produk pendidikan
POLIMEDIAPOLIMEDIA Proses produksi dari V Update diawali dengan membuat berita dengan kaidah yang diajarkan oleh program director V Radio, memperhatikan aspek singkat, padat,Proses produksi dari V Update diawali dengan membuat berita dengan kaidah yang diajarkan oleh program director V Radio, memperhatikan aspek singkat, padat,
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Kebiasaan buruk dengan membuang sampah sembarangan seakan sudah tak asing lagi, bahkan seakan sudah terbiasa. Masyarakat adalah kelompok manusia terbesarKebiasaan buruk dengan membuang sampah sembarangan seakan sudah tak asing lagi, bahkan seakan sudah terbiasa. Masyarakat adalah kelompok manusia terbesar
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pengawasan dan supervisi dalam program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Karawang serta faktor pendukungRumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pengawasan dan supervisi dalam program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Karawang serta faktor pendukung
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Penulis mengambil sampel menggunakan purposive sampling yang berjumlah 6 KK. Instrumen pengumpulan data penelitian ini berupa observasi, wawancara danPenulis mengambil sampel menggunakan purposive sampling yang berjumlah 6 KK. Instrumen pengumpulan data penelitian ini berupa observasi, wawancara dan
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Pengecekan data menggunakan triangulasi dan member check. Hasil dari penelitian ini adalah pembentukan mental kepemimpinan siswa memberikan jalan bagiPengecekan data menggunakan triangulasi dan member check. Hasil dari penelitian ini adalah pembentukan mental kepemimpinan siswa memberikan jalan bagi
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI (2) Hasil dari pelatihan kecakapan hidup masyarakat mampu mengaplikasikan dan mampu memberikan perubahan yang bermanfaat bagi orang lain terutama bagi(2) Hasil dari pelatihan kecakapan hidup masyarakat mampu mengaplikasikan dan mampu memberikan perubahan yang bermanfaat bagi orang lain terutama bagi
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik sebagai berikut: observasi, dokumentasi, dan pengumpulan data melalui wawancara mendalam. AdaPenelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik sebagai berikut: observasi, dokumentasi, dan pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Ada
Useful /
POLIMEDIAPOLIMEDIA Pineapple leaf fiber textile as a fashion product visually did not experience significant changes, the existence of artificial pineapple leaf fiber textiles,Pineapple leaf fiber textile as a fashion product visually did not experience significant changes, the existence of artificial pineapple leaf fiber textiles,
POLIMEDIAPOLIMEDIA Untuk mendapatkan informasi yang valid, dalam penelitian ini akan dilakukan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan nara sumber yang dinilaiUntuk mendapatkan informasi yang valid, dalam penelitian ini akan dilakukan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan nara sumber yang dinilai
ITNITN Dengan memahami faktor-faktor ini, penelitian memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan keandalan mesin dan efisiensi proses produksi secaraDengan memahami faktor-faktor ini, penelitian memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan keandalan mesin dan efisiensi proses produksi secara
POLIMEDIAPOLIMEDIA Artikel ini berupaya menciptakan ruang diskusi terkait Buku Media, Terrorism and Theory. Buku ini berupaya untuk memberikan pengertian tentang kontekstualisasiArtikel ini berupaya menciptakan ruang diskusi terkait Buku Media, Terrorism and Theory. Buku ini berupaya untuk memberikan pengertian tentang kontekstualisasi