ALMAATAALMAATA

Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics)Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics)

Latar belakang: Keberhasilan pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pengasuh utama anak dan lama kontak ibu menyusui dengan anak. Banyak ibu yang menitipkan anaknya karena bekerja, sehingga lama kontak ibu menyusui dengan anak menjadi terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif dan diperkuat dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak di bawah umur dua tahun (baduta) di Kecamatan Sedayu. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 292 responden menggunakan teknik probability propotional to size (PPS). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan kemudian dianalisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara pengasuh dengan pemberian ASI secara eksklusif (p=0,019). Kesimpulan: Ada hubungan antara pengasuh dengan pemberian ASI secara eksklusif.

Penelitian ini menyimpulkan adanya hubungan yang signifikan antara pengasuh utama anak dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Kecamatan Sedayu, Bantul.Sebagian besar ibu yang menjadi pengasuh utama anak juga memberikan ASI eksklusif.Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama kontak ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai faktor-faktor spesifik yang memengaruhi peran pengasuh dalam mendukung pemberian ASI eksklusif, seperti tingkat pengetahuan pengasuh mengenai manfaat ASI, dukungan sosial yang diterima pengasuh, dan akses terhadap informasi yang akurat. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi strategi intervensi yang efektif untuk meningkatkan dukungan terhadap ibu bekerja dalam memberikan ASI eksklusif, misalnya melalui penyediaan fasilitas pompa ASI di tempat kerja, konseling laktasi yang mudah diakses, dan kebijakan cuti melahirkan yang memadai. Ketiga, penelitian di masa depan dapat menginvestigasi dampak kualitas interaksi antara ibu dan anak terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif, termasuk peran sentuhan kulit ke kulit, komunikasi verbal dan nonverbal, serta responsivitas ibu terhadap sinyal-sinyal bayi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kompleksitas pemberian ASI eksklusif dan membantu merumuskan program-program yang lebih efektif untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif di Indonesia.

Read online
File size100.43 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test