ALMAATAALMAATA

Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics)Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics)

Latar belakang: Telur asin merupakan salah satu produk olahan telur yang memiliki kandungan nutrisi sebanding dengan telur segar, memiliki umur simpan lebih panjang, serta dapat dikonsumsi oleh semua usia. Proses utama dalam produksi telur asin adalah penggaraman (NaCl) yang memberikan rasa asin sekaligus berfungsi sebagai bahan pengawet. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan telur asin rendah natrium dengan potensi antioksidan melalui inovasi proses penggaraman. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Telur asin diproduksi dengan inovasi proses penggaraman menggunakan berbagai konsentrasi ekstrak daun jati dan substitusi kalium klorida (KCl). Kualitas sensori telur asin ditentukan menggunakan uji diferensial. Telur asin dengan kualitas sensori terbaik dianalisis kualitas gizinya melalui pengukuran proksimat serta potensi antioksidannya dengan mengukur kandungan fenolik total dan aktivitas antioksidan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi KCl tidak memengaruhi kandungan fenolik total (TPC) telur asin, tetapi menurunkan kualitas sensori termasuk rasa, warna, aroma, dan keseluruhan. Penambahan ekstrak daun jati meningkatkan kualitas sensori dan TPC telur asin yang diproduksi dengan substitusi KCl. TPC meningkat seiring peningkatan konsentrasi ekstrak daun jati. Substitusi KCl atau penambahan ekstrak daun jati terbukti meningkatkan aktivitas peredaman radikal bebas pada telur asin. Telur asin rendah natrium dengan potensi antioksidan yang dibuat menggunakan formulasi penggaraman terpilih memiliki kualitas gizi dan sensori yang sebanding dengan telur asin yang diproduksi menggunakan natrium klorida (NaCl).

Telur asin rendah natrium dengan potensi antioksidan dapat dihasilkan melalui inovasi proses penggaraman menggunakan ekstrak daun jati dan substitusi KCl.Penambahan ekstrak daun jati meningkatkan potensi antioksidan sekaligus memperbaiki kualitas sensori telur asin yang menggunakan substitusi KCl.Telur asin yang dikembangkan memiliki kualitas gizi dan sensori yang sebanding dengan telur asin konvensional, bahkan menunjukkan kualitas sensori yang lebih baik.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh konsumsi telur asin rendah natrium terhadap tekanan darah pada individu normal maupun penderita hipertensi untuk mengetahui manfaat kesehatannya secara langsung. Kedua, penting untuk mengevaluasi ketersediaan hayati (bioavailabilitas) kalium dari telur asin rendah natrium guna memastikan bahwa kalium yang terkandung dalam produk tersebut dapat diserap secara efektif oleh tubuh. Ketiga, perlu dikaji pula bagaimana variasi dosis ekstrak daun jati dan rasio substitusi KCl terhadap NaCl memengaruhi aktivitas antioksidan dan penerimaan sensori dalam jangka panjang, agar diperoleh formulasi optimal yang aman dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dan membuka jalan untuk pengembangan pangan fungsional berbasis telur asin yang mendukung pola makan sehat, terutama bagi kelompok risiko tinggi seperti penderita hipertensi. Dengan memahami dampak fisiologis dan optimalisasi formulasi, produk ini dapat dijadikan alternatif sumber kalium dan antioksidan dalam diet sehari-hari.

  1. How does potassium supplementation lower blood pressure? | American Journal of Physiology-Renal Physiology... journals.physiology.org/doi/10.1152/ajprenal.00429.2011How does potassium supplementation lower blood pressure American Journal of Physiology Renal Physiology journals physiology doi 10 1152 ajprenal 00429 2011
Read online
File size131.84 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test