JARINGANSANTRIJARINGANSANTRI

The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilizationThe International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization

Artikel ini bertujuan untuk mendemonstrasikan Tafsir Surat Yasin karya K.H. Bisri Mutofa dari beberapa aspek. Walaupun kitab tersebut kecil, namun memiliki isu yang beragam yang terkandung di dalamnya. Dengan gaya penafsiran khas jawanya, Tafsir Yasin ditulis dengan menggunakan tulisan Arab Pegon. Surat Yasin yang biasanya dibaca oleh masyarakat jawa dalam beberapa acara penting, misalnya 7 hari kematian mayit, menempati rumah, supaya hajatnya terkabul, dan sebagainya, dalam artikel ini akan dijelaskan analisis penafsiran dari segi metode penafsiran, aspek vernakularisasi, lokalitas, aspek tasawuf dan nilai moderasi yang terkandung di dalam penafsiran. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah telaah pustaka (library research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif analisis dan analisis isi (content analysis) untuk teknik analisisnya untuk menggali teks secara mendalam.

Bisri Mustofa merupakan karya tafsir yang ditulis sebelum Tafsir Al-Ibriz.Metode yang digunakan dalam menulis Tafsir Yasir menggunakan metode tahlili dengan menafsirkan secara mendalam ayat per-ayat mulai dari asbab al-nuzul, qiraah, sains, tasawuf dan sebagainya.Penafsiran Kyai Bisri terlihat sangat kentara kekhasan vernakularisasi dalam menafsirkan ayat al-Quran seperti kata sembahyang, Pengeran dan manungso aspek lokalitas juga tidak lepas dari kekhasan tumbuhan-tumbuhan lokal jawa dalam tafsirnya.Sebagai seorang Kyai Jawa yang kental dengan nilai tasawuf, Kyai Bisri memasukkan dimensi tasawufnya dalam tafsir Yasin dan mengkolaborasikan dengan sains.Aspek moderasi juga tidak luput dari isi tafsir Kyai Bisr.Walaupun kitab tafsirnya kecil, namun berisi berbagai disiplin ilmu keislaman yang luas.Salah satu karya yang patut dicontoh oleh para pengkaji al-Quran dan Tafsir.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara Tafsir Surat Yasin karya K.H. Bisri Mustofa dengan tafsir-tafsir lainnya yang ditulis dalam bahasa Jawa menggunakan aksara Arab Pegon. Studi komparatif ini dapat dilakukan untuk menganalisis perbedaan dan kesamaan dalam penafsiran ayat-ayat Al-Quran, serta bagaimana pengaruh budaya lokal Jawa dalam penafsiran tersebut. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat fokus pada aspek vernakularisasi dalam Tafsir Surat Yasin, yaitu bagaimana proses akulturasi antara bahasa Arab dengan bahasa Jawa dalam karya tafsir ini. Studi ini dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang interaksi antara budaya Islam dengan budaya lokal Jawa dalam konteks penafsiran Al-Quran.

Read online
File size1.55 MB
Pages36
DMCAReport

Related /

ads-block-test