JARINGANSANTRIJARINGANSANTRI

The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilizationThe International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variasi ortografi khusus Pegon (aksara khusus Pegon). Aksara khusus Pegon yang dimaksud dalam penelitian ini adalah aksara yang mewakili bunyi bahasa Jawa yang tidak dimiliki oleh bunyi bahasa Arab. Bunyi-bunyi konsonan yang disebutkan di atas adalah /c/, /g/, /p/, /ṭ/, /ḍ/, /ŋ/, dan /ñ/. Masing-masing fonem yang disebutkan di atas memiliki sekurang-kurangnya dua variasi bentuk ortografi. Variasi tersebut berupa posisi grafem dalam kata, ada tidaknya titik, dan jumlah titik pada aksara yang bersangkutan. Adopsi dan adaptasi grafem Hijaiah ke dalam grafem khusus Pegon cenderung berdasarkan kedekatan titik artikulasi grafem asal ke dalam grafem rekaan atau kemiripan bunyi yang dihasilkan. Modifikasi grafem yang dilakukan alam proses adaptasi berupa modifikasi jumlah titik pada aksara Hijaiah yang memiliki titik dan penambahan titik tunggal pada aksara Hijaiah yang tidak memiliki titik. Memadukan metode filologi dengan teori ortografi, penelitian ini memberi warna baru dalam penelitian deskripsi bahasa khususnya bahasa Jawa.

Penelitian ini menemukan tujuh aksara khusus Pegon yang melambangkan fonem /c/, /g/, /p/, /ṭ/, /ḍ/, /ŋ/, dan /ñ/.Variasi bentuk ortografi muncul berdasarkan letak aksara dalam kata dan keberadaan titik.Adopsi aksara Hijaiah ke aksara Pegon didasarkan pada kedekatan titik artikulasi atau kemiripan bunyi.Modifikasi dilakukan dengan mengubah jumlah titik atau menambahkan titik pada aksara Hijaiah.Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman teks beraksara Pegon dan dapat menjadi dasar bagi penelitian lebih lanjut.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian komparatif terhadap variasi ortografi Pegon dalam teks-teks singir dari berbagai daerah di Jawa untuk mengidentifikasi perbedaan regional dan pengaruh lokal terhadap sistem penulisan Pegon. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis evolusi ortografi Pegon dari waktu ke waktu, dengan meneliti naskah-naskah Pegon dari periode yang berbeda untuk melacak perubahan dan perkembangan dalam sistem penulisan. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan metode pembelajaran Pegon yang lebih efektif, dengan memanfaatkan pemahaman tentang variasi ortografi dan prinsip-prinsip adaptasi aksara Hijaiah untuk membantu peserta didik memahami dan menguasai sistem penulisan Pegon. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah pengetahuan tentang aksara Pegon dan berkontribusi pada pelestarian warisan budaya Nusantara.

Read online
File size1.8 MB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test