JARINGANSANTRIJARINGANSANTRI

The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilizationThe International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan kepustakaan yang berasal dari buku dan jurnal. Melalui data ini mendeskripsikan tentang kepemimpinan Nyai Nusantara Jawa Timur dan Jawa Barat masa pandemi Covid-19 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa model kepemimpinan Nyai pada pesantren modern menggunakan model kepemimpinan managerial, kharismatik, otentik, dan transformasional dengan gaya kepemimpinan yang dikombinasi dari demokratis dan otoriter. Pada pondok pesantren salaf, menggunakan model kepemimpinan kharismatik dan spiritual. Dan pada pesantren berbasis tasawuf cenderung menerapkan sistem otoriter. Kebijakan manajemen kepemimpinan Nyai saat pandemi menerapkan manajemen fisik (internal) melalui peningkatan protokol kesehatan, peningkatan kebersihan, kesehatan, olahraga teratur, penambahan gizi santri, dan memberlakukan social distancing. Dan manajemen non fisik (eksternal) membangun kerjasama dan pembentukan gugus covid-19 pada level kecamatan/puskesmas, memberikan penyuluhan, tracking dan layanan kesehatan, meniadakan penjenguhan untuk waktu tertentu, konsisten menggunakan kurikulum sorogan, bandungan, hafalan dan metode gabungan, memangkas jam pelajaran baik daring maupun luring, ketika daring, waktu pembelajaran dikurangi menjadi 2 pertemuan, proses belajar mengajar dilakukan menggunakan media zoom, ketika luring pembelajaran menjadi 4–5 kali pertemuan.

Kepemimpinan perempuan di pesantren—dikenal sebagai Nyai—menjadi katalisator penting dalam mempertahankan operasional sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan selama pandemi Covid‑19.Model kepemimpinan Nyai digelar kombinasi, yakni menggabungkan unsur otoriter, demokratis, dan kekeluargaan agar responsif terhadap kondisi gencatan.Keberhasilan strategi ini terletak pada integrasi pengelolaan internal (protokol kesehatan, logistik, dan pendidikan) dengan pengelolaan eksternal (kolaborasi kesehatan masyarakat, penyuluhan, dan dukungan kebijakan).

Penelitian lanjutan dapat dimulai dengan mengkaji efektivitas model kepemimpinan kombinasi Nyai terhadap tingkat kepuasan santri dan keluarganya, khususnya dalam konteks adaptasi kurikulum daring selama pandemi. Selanjutnya, perlu dilakukan studi komparatif antara pesantren modern, salaf, dan tasawuf untuk mengidentifikasi elemen kunci yang mempengaruhi keberlanjutan operasional pesantren di tengah krisis kesehatan publik. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang kebijakan kesehatan yang diberlakukan oleh Nyai terhadap kesehatan mental santri dan staf, serta mengembangkan rekomendasi kebijakan kesehatan komunitas berbasis pesantren yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Read online
File size1.52 MB
Pages44
DMCAReport

Related /

ads-block-test