JOURNAL GEHUJOURNAL GEHU

Journal of General Education and HumanitiesJournal of General Education and Humanities

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa dalam memecahkan masalah matematika, khususnya dalam geometri. Indikator yang digunakan merujuk pada kerangka Facione, yang meliputi interpretasi, analisis, aplikasi, evaluasi, dan penyimpulan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan siswa kelas sembilan sebagai subjek penelitian. Data diperoleh dari hasil tes tertulis siswa dan didukung oleh wawancara untuk menggali proses penalaran mereka. Temuan menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih relatif rendah, terutama dalam evaluasi dan penyimpulan. Sebagian besar siswa dapat menginterpretasi dan menerapkan konsep tetapi kesulitan menganalisis masalah secara mendalam atau memverifikasi solusi mereka. Hasil ini menunjukkan perlunya pengembangan bahan ajar dan strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

Studi ini menyimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa secara umum masih rendah, terbukti dari mayoritas siswa yang kesulitan menerapkan strategi solusi yang tepat, mengevaluasi hasil pekerjaan, dan merumuskan kesimpulan akurat.Hanya sedikit siswa yang mampu memenuhi kelima indikator berpikir kritis, sementara sebagian besar hanya mencapai satu atau dua indikator.Oleh karena itu, diperlukan desain instruksional yang secara sengaja mengintegrasikan indikator berpikir kritis ke dalam materi dan aktivitas pembelajaran, dan penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengembangan alat pembelajaran berorientasi berpikir kritis serta faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhannya.

Berdasarkan temuan penelitian ini yang menunjukkan rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat menarik untuk dikembangkan. Pertama, penelitian ini terbatas pada satu soal dan satu kelas. Oleh karena itu, studi di masa depan dapat memperluas cakupan dengan menyelidiki kemampuan berpikir kritis siswa pada berbagai topik matematika yang berbeda, tidak hanya jaring-jaring bangun ruang, serta melibatkan sampel siswa dari jenjang kelas yang lebih bervariasi atau bahkan melacak perkembangan kemampuan ini secara longitudinal selama beberapa tahun. Ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana kemampuan berpikir kritis berkembang seiring waktu dan di berbagai konteks materi. Kedua, untuk menggali lebih dalam proses penalaran siswa, studi selanjutnya bisa fokus pada bagaimana siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi melakukan evaluasi dan penyimpulan secara internal, menggunakan metode seperti protokol berpikir-lantang (think-aloud) atau analisis kualitatif mendalam terhadap respons siswa. Pertanyaan penelitian bisa mencakup: Apa saja strategi kognitif dan metakognitif yang digunakan siswa dalam tahap evaluasi solusi, dan bagaimana strategi ini dapat diajarkan kepada siswa lain yang masih kesulitan? Ketiga, mengingat perlunya desain instruksional yang mengintegrasikan berpikir kritis, penelitian selanjutnya dapat merancang dan menguji efektivitas model pembelajaran inovatif tertentu, misalnya pembelajaran berbasis masalah atau inkuiri, yang diperkaya dengan strategi pemicu metakognisi seperti pertanyaan panduan atau tugas reflektif. Studi ini dapat membandingkan dampaknya terhadap peningkatan setiap indikator berpikir kritis Facione (interpretasi, analisis, aplikasi, evaluasi, dan penyimpulan) secara kuantitatif maupun kualitatif. Dengan begitu, kita bisa menemukan model pembelajaran mana yang paling efektif untuk meningkatkan kemampuan penting ini.

  1. Pengaruh Media Augmented Reality terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar | FONDATIA. pengaruh... doi.org/10.36088/fondatia.v7i1.2914Pengaruh Media Augmented Reality terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar FONDATIA pengaruh doi 10 36088 fondatia v7i1 2914
  2. Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMK dalam Pemecahan dan Pengajuan Masalah Open Ended Materi Barisan... doi.org/10.32585/absis.v6i2.5876Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMK dalam Pemecahan dan Pengajuan Masalah Open Ended Materi Barisan doi 10 32585 absis v6i2 5876
  3. Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik dalam Pembelajaran Hybrid | Jurnal Basicedu. keterampilan... jbasic.org/index.php/basicedu/article/view/2265Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik dalam Pembelajaran Hybrid Jurnal Basicedu keterampilan jbasic index php basicedu article view 2265
  4. Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Memahami Masalah Matematika Materi Fungsi | Salahuddin | Jurnal... doi.org/10.58258/jime.v6i1.1122Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Memahami Masalah Matematika Materi Fungsi Salahuddin Jurnal doi 10 58258 jime v6i1 1122
Read online
File size792.95 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test