STIQISYKARIMASTIQISYKARIMA

Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi IslamBunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam

Menolong sesama merupakan salah satu prinsip dasar dalam ajaran Islam yang menekankan pentingnya kerja sama dan solidaritas di antara manusia. Penelitian ini mengkaji konsep tolong‑menolong (taawun) dalam Islam berdasarkan tafsir Syekh Wahbah Az‑Zuhaili dalam Tafsir Al‑Munir. Dengan menggunakan metode penelitian perpustakaan dan pendekatan tematik, studi ini bertujuan memahami penafsiran ayat‑ayat taawun serta implementasinya. Sumber utama yang dianalisis adalah Tafsir Al‑Munir, didukung oleh kitab tafsir lain, jurnal, dan buku terkait. Analisis deskriptif digunakan untuk menelaah penafsiran dan implikasinya. Hasil menunjukkan bahwa Syekh Wahbah Az‑Zuhaili menafsirkan taawun sebagai tolong‑menolong dalam kebaikan dan ketaatan kepada syariat, bukan dalam dosa. Konsep ini terkait erat dengan takwa dan ketaatan kepada Allah, serta mencakup konteks historis dan dampak sosial taawun dalam memperkuat persatuan umat. Implementasinya meliputi membantu dalam kebaikan, menghindari kerja sama dalam kejahatan, mengajak partisipasi masyarakat, membantu dengan ikhlas, memberikan bantuan moral dan praktis, membangun persatuan, berbagi ilmu, mendamaikan perselisihan, serta memperkuat persaudaraan Muslim.

Wahbah Az‑Zuhaili terhadap ayat‑ayat taawun menggabungkan pendekatan tafsir bil‑matsur dan bir‑rayi, menjelaskan makna bahasa, konteks, serta relevansinya dengan kehidupan modern, dan menekankan bahwa tolong‑menolong harus dilakukan dalam kebaikan dan ketakwaan, bukan dalam dosa.Implementasinya meliputi saling membantu dalam ketaatan kepada Allah, berpartisipasi aktif untuk kepentingan umum, serta kerjasama dalam tugas berat, berbagi ilmu, dan memperkuat persaudaraan serta keadilan.Dengan demikian, taawun berfungsi sebagai sarana membangun masyarakat Islam yang kuat, adil, dan sesuai ajaran Allah.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji penerapan konsep taawun sebagaimana ditafsirkan oleh Syekh Prof. Dr. Wahbah Az‑Zuhaili dalam program-program komunitas Muslim masa kini melalui studi kasus kualitatif di beberapa wilayah, untuk mengetahui sejauh mana nilai tolong‑menolong dalam kebaikan diimplementasikan. Selanjutnya, perbandingan tafsir Al‑Munir dengan tafsir‑tafsir lain seperti Tafsir Ibn Katir dan Tafsir al‑Jalalayn dapat dilakukan guna mengidentifikasi persamaan serta perbedaan dalam pemahaman ayat‑ayat taawun, sehingga memperkaya perspektif akademik. Ketiga, sebuah model pedagogis yang mengintegrasikan prinsip‑prinsip taawun ke dalam kurikulum pendidikan Islam pada tingkat menengah dapat dirancang dan diuji secara eksperimental untuk menilai dampaknya terhadap perilaku sosial dan solidaritas siswa. Selain itu, analisis longitudinal terhadap perubahan sikap tolong‑menolong di kalangan mahasiswa setelah mengikuti program pelatihan berbasis taawun dapat memberikan data empiris tentang efektivitas intervensi tersebut.

Read online
File size503.52 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test