UNIVEDUNIVED
Early Childhood Research and PracticeEarly Childhood Research and PracticeTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kegiatan melukis dengan teknik tarikan benang dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak di RA Uswatun Hasanah Panca Mukti. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan prosedur berbentuk siklus. Subjek penelitian adalah anak kelompok A di RA Uswatun Hasanah Panca Mukti yang berjumlah 13 orang. Penelitian dilaksanakan dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan persentase. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan motorik halus anak pada siklus I sebesar 44,23% dan 55,77% pada pertemuan I dan II. Pada siklus II, peningkatan keterampilan motorik halus anak mencapai 69,73% pada pertemuan I dan 92,95% pada pertemuan II. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan melukis dengan teknik tarikan benang dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak di RA Uswatun Hasanah Panca Mukti.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan melukis dengan teknik tarikan benang dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak di RA Uswatun Hasanah Panca Mukti.Indikator motorik halus yang dicapai adalah anak dapat meniru bentuk, mengkoordinasikan mata dan tangan untuk melakukan gerakan rumit, serta mengontrol gerakan tangan yang menggunakan otot halus.Peningkatan terlihat dari peningkatan persentase setelah pelaksanaan tindakan pada siklus I dan siklus II.Pelaksanaan siklus I menunjukkan persentase sebesar 55,77%, sedangkan siklus II mengalami peningkatan signifikan dengan persentase 92,95%, mencapai kriteria ketuntasan indikator keberhasilan penelitian yaitu 75%-100%.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan lebih banyak subjek dan siklus penelitian untuk melihat perkembangan keterampilan motorik halus anak secara lebih luas. Kedua, penelitian dapat fokus pada aspek-aspek tertentu dalam keterampilan motorik halus, seperti koordinasi mata dan tangan, atau kemampuan mengontrol gerakan tangan. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi metode-metode lain dalam melatih keterampilan motorik halus anak, seperti menggunakan media atau bahan yang berbeda dalam kegiatan melukis.
| File size | 166.94 KB |
| Pages | 4 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIDARUSSALAMIAIDARUSSALAM Perkembangan motorik halus merupakan aspek krusial dalam tumbuh kembang anak usia dini yang memerlukan stimulasi yang tepat dan terencana. Pada usia 4-5Perkembangan motorik halus merupakan aspek krusial dalam tumbuh kembang anak usia dini yang memerlukan stimulasi yang tepat dan terencana. Pada usia 4-5
UNIVERSITASMULIAUNIVERSITASMULIA Oleh karena itu, disarankan bagi pendidik untuk memasukkan permainan ini dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil pengamatan pada setiap siklus,Oleh karena itu, disarankan bagi pendidik untuk memasukkan permainan ini dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil pengamatan pada setiap siklus,
UNIVERSITASMULIAUNIVERSITASMULIA Aktivitas ini meningkatkan motorik halus, tanggung jawab, dan kreativitas anak. Guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan memberikanAktivitas ini meningkatkan motorik halus, tanggung jawab, dan kreativitas anak. Guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan memberikan
UNIVERSITASMULIAUNIVERSITASMULIA Model Beyond Center and Circle Time (BCCT) adalah pendekatan pembelajaran berbasis bermain yang bertujuan mengembangkan aspek kognitif, sosial, emosional,Model Beyond Center and Circle Time (BCCT) adalah pendekatan pembelajaran berbasis bermain yang bertujuan mengembangkan aspek kognitif, sosial, emosional,
UINSIUINSI Namun, pendekatan konvensional dalam mengajarkan baca-tulis Al-Quran seringkali menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam mempertahankan minat belajarNamun, pendekatan konvensional dalam mengajarkan baca-tulis Al-Quran seringkali menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam mempertahankan minat belajar
UNIVEDUNIVED Subjek penelitian adalah 10 anak kelompok B, terdiri dari 7 laki-laki dan 3 perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi kemandirian anak selama di sekolahSubjek penelitian adalah 10 anak kelompok B, terdiri dari 7 laki-laki dan 3 perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi kemandirian anak selama di sekolah
UNIVEDUNIVED Peningkatan motorik kasar anak terlihat pada setiap siklus, dengan persentase meningkat dari 35% pada siklus I menjadi 85% pada siklus II. KeberhasilanPeningkatan motorik kasar anak terlihat pada setiap siklus, dengan persentase meningkat dari 35% pada siklus I menjadi 85% pada siklus II. Keberhasilan
UNIVEDUNIVED Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan upaya guru dalam menstimulasi perkembangan bahasa ekspresif anak usia dini di TK Rumah Balita Pintar, TanjungPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan upaya guru dalam menstimulasi perkembangan bahasa ekspresif anak usia dini di TK Rumah Balita Pintar, Tanjung
Useful /
UNIVERSITASMULIAUNIVERSITASMULIA Temuan ini tercermin dalam nilai koefisien korelasi Pearson sebesar r = -0,530 dengan tingkat signifikansi sig = 0,000, yang menegaskan bahwa hubunganTemuan ini tercermin dalam nilai koefisien korelasi Pearson sebesar r = -0,530 dengan tingkat signifikansi sig = 0,000, yang menegaskan bahwa hubungan
UINSIUINSI Dampak penelitian ini untuk menanamkan karakter disiplin pada anak-anak, membantu mereka mengembangkan keterampilan dan nilai-nilai yang penting dalamDampak penelitian ini untuk menanamkan karakter disiplin pada anak-anak, membantu mereka mengembangkan keterampilan dan nilai-nilai yang penting dalam
UINSIUINSI Tehnik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Kriteria keberhasilan penelitian sebesar 85%, untuk menentukan keberhasilanTehnik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Kriteria keberhasilan penelitian sebesar 85%, untuk menentukan keberhasilan
UINSIUINSI Bentuk pengawasan orang tua meliputi memberikan nasihat (9 orang tua), membatasi waktu (6 orang tua), dan memberikan sanksi (4 orang tua). Pengawasan orangBentuk pengawasan orang tua meliputi memberikan nasihat (9 orang tua), membatasi waktu (6 orang tua), dan memberikan sanksi (4 orang tua). Pengawasan orang