JURNALASPIKOMJURNALASPIKOM

Jurnal ASPIKOMJurnal ASPIKOM

Penelitian ini menguji bagaimana strategi respons krisis memengaruhi reputasi merek, sentimen konsumen, dan loyalitas pelanggan selama skandal perusahaan Pertamina tahun 2025 di Indonesia, dengan keterlibatan media sosial diuji sebagai faktor pemoderasi. Mengadopsi desain kuantitatif, penelitian ini menggunakan Pemodelan Persamaan Struktural Parsial Least Squares untuk menganalisis data survei dari 112 responden yang terpapar krisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi akomodatif secara signifikan meningkatkan reputasi merek dan menghasilkan sentimen konsumen yang lebih positif, yang keduanya sangat memprediksi loyalitas pelanggan. Meskipun peran moderasi keterlibatan media sosial tidak signifikan secara statistik, analisis bersyarat menunjukkan pengaruhnya terhadap bagaimana pemangku kepentingan menafsirkan dan bereaksi terhadap pesan krisis. Penelitian ini menegaskan bahwa evaluasi emosional dan kognitif secara bersama-sama membentuk hasil loyalitas dalam krisis yang bermuatan etis. Temuan ini menyoroti pentingnya strategi komunikasi krisis yang peka terhadap budaya dan menekankan perlunya mengintegrasikan dinamika keterlibatan digital dalam respons hubungan masyarakat.

Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi respons krisis yang akomodatif secara signifikan meningkatkan reputasi merek dan menghasilkan sentimen konsumen yang lebih positif, yang selanjutnya memprediksi loyalitas pelanggan.Keterlibatan media sosial, meskipun tidak secara langsung memoderasi hubungan tersebut, memengaruhi bagaimana pemangku kepentingan menafsirkan pesan krisis.Temuan ini menekankan pentingnya strategi komunikasi krisis yang peka terhadap budaya dan integrasi keterlibatan digital dalam respons hubungan masyarakat, terutama dalam masyarakat yang terhubung secara digital.Penelitian lebih lanjut perlu mempertimbangkan peran nuanced dari berbagai jenis keterlibatan media sosial dan dampaknya terhadap persepsi reputasi dan loyalitas pelanggan.

Berdasarkan temuan ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi lebih dalam bagaimana berbagai jenis keterlibatan media sosial (misalnya, komentar, berbagi, suka) memengaruhi persepsi reputasi merek dan loyalitas pelanggan selama krisis. Hal ini dapat melibatkan analisis konten dari platform media sosial untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul. Kedua, penelitian dapat menyelidiki peran norma budaya dan nilai-nilai dalam memoderasi hubungan antara strategi respons krisis dan hasil pemangku kepentingan. Studi lintas budaya dapat memberikan wawasan tentang bagaimana strategi komunikasi yang efektif bervariasi di berbagai konteks. Ketiga, penelitian dapat memeriksa dampak jangka panjang dari strategi respons krisis pada loyalitas pelanggan dan perilaku advokasi. Studi longitudinal dapat melacak perubahan dalam persepsi dan perilaku pelanggan dari waktu ke waktu, memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang efek kumulatif dari komunikasi krisis.

  1. Factors Affecting E-Commerce Customer Loyalty In Indonesia | Jurnal Syntax Transformation. factors affecting... doi.org/10.46799/jst.v3i09.613Factors Affecting E Commerce Customer Loyalty In Indonesia Jurnal Syntax Transformation factors affecting doi 10 46799 jst v3i09 613
  2. Brazil - Attack, Assent or Defend? Strategic (Political) Responses to Corruption Scandals Attack, Assent... doi.org/10.1590/1984-92302021v28n9608enBrazil Attack Assent or Defend Strategic Political Responses to Corruption Scandals Attack Assent doi 10 1590 1984 92302021v28n9608en
  3. Whence Consumer Loyalty? - Richard L. Oliver, 1999. whence consumer loyalty richard oliver skip main... journals.sagepub.com/doi/10.1177/00222429990634s105Whence Consumer Loyalty Richard L Oliver 1999 whence consumer loyalty richard oliver skip main journals sagepub doi 10 1177 00222429990634s105
Read online
File size438.78 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test