POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG
Just a moment...Just a moment...RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati mengimplementasikan RME sejak tahun 2017 menggunakan SIMRS Khanza, namun penggunaannya belum optimal. SIMRS Khanza memiliki fitur lengkap, tetapi tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan rumah sakit. Dalam rangka menyesuaikan kebutuhan RME diperlukan asesmen kesiapan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesiapan RME dalam 4 aspek meliputi aspek alur kerja, aspek infrastruktur teknologi (IT), aspek sumber daya manusia (SDM), aspek organisasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2024 – Januari 2025. Jenis penelitian Kualitatif menggunakan Metode Qualitative Content Analysis (QCA). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi dengan kepala instalasi rawat jalan, kepala tim IT dan staf IT, kepala SDI yang terlibat langsung dalam implementasi RME di instalasi rawat jalan. Analisis data menggunakan MAXQDA Software. Hasil penelitian menunjukkan pada aspek alur kerja, implementasi RME belum sepenuhnya siap karena SOP belum sesuai dengan sistem RME. Pada aspek IT, masih diperlukan pengadaan UPS (Uninterruptible Power Supply), beberapa fitur RME belum sesuai dengan kebutuhan. Aspek SDM dinilai memadai dari sisi jumlah dan kompetensi, didukung pelatihan serta pendampingan intensif. Untuk tim pengembangan dari IT masih membutuhkan dua programmer tambahan. Pada aspek organisasi, dibentuknya tim adhoc dan pengembangan yang bertugas mengkoordinasi kendala, menyediakan solusi, dan mengembangkan sistem guna memastikan implementasi RME berjalan optimal.
Asesmen kesiapan Rekam Medis Elektronik (RME) di RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati mengidentifikasi bahwa alur kerja belum sepenuhnya siap akibat ketiadaan SOP RME, dan infrastruktur IT masih memerlukan penambahan UPS serta penyesuaian fitur perangkat lunak.Meskipun sumber daya manusia memadai dalam jumlah dan kompetensi, didukung pelatihan dan pendampingan intensif, tim pengembangan IT membutuhkan dua programmer tambahan.Secara organisasi, komitmen manajemen kuat melalui pembentukan tim adhoc dan pengembangan untuk mengoordinasi kendala, menyediakan solusi, serta mengoptimalkan implementasi RME.
Melihat hasil asesmen kesiapan yang telah dilakukan, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat relevan untuk memperdalam pemahaman dan memastikan implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) yang lebih optimal di masa mendatang. Pertama, penting untuk melakukan studi evaluasi yang lebih mendalam mengenai dampak penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) RME yang terstruktur dan terintegrasi, yang disertai dengan program pelatihan berkelanjutan. Penelitian ini dapat menginvestigasi bagaimana SOP yang jelas dan pelatihan yang komprehensif memengaruhi tingkat adaptasi staf, kualitas dokumentasi medis, serta efisiensi alur kerja, sehingga dapat memberikan panduan konkret bagi rumah sakit serupa. Kedua, mengingat kendala pada fitur Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang ada, perlu dilakukan analisis komparatif yang menyeluruh terhadap berbagai strategi peningkatan sistem. Studi ini bisa membandingkan efektivitas biaya dan operasional antara opsi kustomisasi fitur SIMRS yang sudah ada, pengembangan fitur internal secara mandiri, atau bahkan keputusan untuk membangun sistem SIMRS baru dari nol, dengan mempertimbangkan perspektif dari pengguna akhir, manajemen, dan tim IT. Ketiga, untuk memahami lebih lanjut kesiapan dari sisi sumber daya manusia dan teknologi, sebuah penelitian kuantitatif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi adopsi RME oleh tenaga kesehatan akan sangat bermanfaat. Penelitian ini dapat mengidentifikasi variabel kunci seperti dukungan infrastruktur IT, relevansi fitur sistem dengan kebutuhan klinis, serta kepuasan pengguna, yang secara signifikan berkorelasi dengan keberhasilan implementasi dan pemanfaatan RME secara berkelanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan.
- Asesmen Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati | Jurnal... ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/RMIK/article/view/13841Asesmen Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati Jurnal ejournal poltekkes smg ac ojs index php RMIK article view 13841
- Evaluasi Penerapan Rekam Medis Elektronik Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum X Bandung Tahun 2021 | Cerdika:... doi.org/10.36418/cerdika.v1i8.135Evaluasi Penerapan Rekam Medis Elektronik Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum X Bandung Tahun 2021 Cerdika doi 10 36418 cerdika v1i8 135
- Technology adoption of electronic medical records in developing economies: A systematic review on physicians’... doi.org/10.1177/20552076231224605Technology adoption of electronic medical records in developing economies A systematic review on physiciansAo doi 10 1177 20552076231224605
- Analisis Kesiapan Penggunaan Rekam Medis Elektronik dI Instalasi Rawat Jalan RSUD Bahteramas Provinsi... journal.ugm.ac.id/jisph/article/view/86493Analisis Kesiapan Penggunaan Rekam Medis Elektronik dI Instalasi Rawat Jalan RSUD Bahteramas Provinsi journal ugm ac jisph article view 86493
| File size | 271.76 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Empat ahli dalam metode delphi setuju, bahwa rancangan kamus indikator RME layak digunakan. Dari hasil telaah 64 RME, sebanyak 50 RME (78,13%) dinyatakanEmpat ahli dalam metode delphi setuju, bahwa rancangan kamus indikator RME layak digunakan. Dari hasil telaah 64 RME, sebanyak 50 RME (78,13%) dinyatakan
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan implementasi RME di Puskesmas Pesantren 1 dengan fokus pada sumber daya manusia, fasilitas, kebijakan,Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan implementasi RME di Puskesmas Pesantren 1 dengan fokus pada sumber daya manusia, fasilitas, kebijakan,
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Penerapan RME memiliki dampak positif dalam jangka menengah dan panjang. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menganalisis manfaat penggunaan RME,Penerapan RME memiliki dampak positif dalam jangka menengah dan panjang. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menganalisis manfaat penggunaan RME,
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa kualitas sistem dan kualitas informasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna,Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa kualitas sistem dan kualitas informasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna,
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Pasien rawat jalan jaminan BPJS Kesehatan meningkat sebesar 7809,10%, pasien cash menurun sebesar 81,19% dan pasien jaminan non-BPJS mengalami penurunanPasien rawat jalan jaminan BPJS Kesehatan meningkat sebesar 7809,10%, pasien cash menurun sebesar 81,19% dan pasien jaminan non-BPJS mengalami penurunan
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG PMK 24 tahun 2022 menyatakan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan harus menyelenggarakan rekam medis elektronik sesuai dengan ketentuan dalam PeraturanPMK 24 tahun 2022 menyatakan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan harus menyelenggarakan rekam medis elektronik sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Kejelasan penulisan diagnosis pada berkas pending klaim menunjukkan 32,3% tidak jelas dan 67,7% jelas. Kelengkapan penulisan diagnosis menunjukkan 32,3%Kejelasan penulisan diagnosis pada berkas pending klaim menunjukkan 32,3% tidak jelas dan 67,7% jelas. Kelengkapan penulisan diagnosis menunjukkan 32,3%
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG 82 tahun 2013 tentang rumah sakit harus memiliki Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit untuk melakukan kegiatan registrasi pasien baik rawat jalan, rawat82 tahun 2013 tentang rumah sakit harus memiliki Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit untuk melakukan kegiatan registrasi pasien baik rawat jalan, rawat
Useful /
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan potong lintang, melibatkan populasi sebanyak 142 perawat. Sampel sebanyak 104 perawatPenelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan potong lintang, melibatkan populasi sebanyak 142 perawat. Sampel sebanyak 104 perawat
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Mayoritas pasien di RSUD Lawang Malang mengalami waktu tunggu lebih dari 60 menit, yang melebihi standar pelayanan minimal. Faktor yang secara signifikanMayoritas pasien di RSUD Lawang Malang mengalami waktu tunggu lebih dari 60 menit, yang melebihi standar pelayanan minimal. Faktor yang secara signifikan
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Stunting menyebabkan anak berperawakan pendek dan berisiko menimbulkan masalah pada perkembangan motorik dan mental. Di Kabupaten Cilacap, prevalensi stuntingStunting menyebabkan anak berperawakan pendek dan berisiko menimbulkan masalah pada perkembangan motorik dan mental. Di Kabupaten Cilacap, prevalensi stunting
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Setelah verifikasi, maka akan diterbitkan berita acara hasil verifikasi klaim untuk selanjutnya diproses pembayaran. Adapun dari hasil telaah klaim Covid-19Setelah verifikasi, maka akan diterbitkan berita acara hasil verifikasi klaim untuk selanjutnya diproses pembayaran. Adapun dari hasil telaah klaim Covid-19