USBUSB

Jurnal PsikohumanikaJurnal Psikohumanika

Mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, banyak mahasiswa yang berlomba-lomba mencari beasiswa untuk melanjutkan sekolah. Salah satu beasiswa yang banyak diminati yaitu beasiswa Bidikmisi. Menjadi mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi pastinya memiliki tantangan dan hambatan dalam perkuliahan, untuk mengatasi hambatan serta tuntutan tersebut mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi perlu memiliki resiliensi akademik yang baik. Optimisme menjadi salah satu faktor dalam pembentukan resiliensi akademik. Dengan adanya sikap optimisme pada mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi maka dapat membuat mahasiswa tersebut menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam bidang akademik dengan baik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara optimisme dan resiliensi akademik pada mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan desain korelasional. Total partisipan dalam penelitian ini yaitu 110 orang mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi diseluruh Indonesia dengan menggunakan teknik sampling snowball sampling. Penelitian ini menggunakan Skala Optimisme (α = 0,894) dan Academic Resilience Scale (α = 0,869). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif antara optimisme dengan resiliensi akademik (r = 0,366 dan sig. = 0,000). Artinya, semakin tinggi optimisme yang dimiliki oleh mahasiswa, maka semakin tinggi pula resiliensi akademik yang dimiliki mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi.

Penelitian ini menyimpulkan terdapat hubungan positif signifikan antara optimisme dengan resiliensi akademik pada mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi.Skor optimisme berada pada kategori tinggi, dan skor resiliensi akademik berada pada kategori tinggi.Hal ini mengimplikasikan bahwa semakin tinggi optimisme yang dimiliki, maka akan semakin tinggi pula resiliensi akademik mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi.

Pertama, perlu diteliti apakah jenis kelamin memengaruhi hubungan antara optimisme dan resiliensi akademik pada mahasiswa penerima beasiswa selain Bidikmisi, untuk melihat apakah dinamika psikologis ini berbeda antara laki-laki dan perempuan di berbagai kelompok beasiswa. Kedua, penting untuk mengkaji perbedaan pengalaman mahasiswa penerima beasiswa yang kuliah di perguruan tinggi negeri dibandingkan dengan swasta, terutama dalam konteks dukungan institusi terhadap pembentukan optimisme dan ketahanan akademik. Ketiga, perlu dilakukan penelitian yang mengeksplorasi faktor-faktor lain seperti dukungan sosial, budaya kampus, dan beban kerja non-akademik yang mungkin memperkuat atau melemahkan hubungan antara optimisme dan resiliensi akademik, sehingga dapat dikembangkan intervensi berbasis konteks yang lebih tepat sasaran bagi mahasiswa dari latar belakang ekonomi rendah.

  1. ANALISIS FAKTOR ADAPTASI INSTRUMEN RESILIENSI AKADEMIK VERSI INDONESIA: PENDEKATAN EKSPLORATORIDAN KONFIRMATORI:... doi.org/10.21009/JPPP.092.06ANALISIS FAKTOR ADAPTASI INSTRUMEN RESILIENSI AKADEMIK VERSI INDONESIA PENDEKATAN EKSPLORATORIDAN KONFIRMATORI doi 10 21009 JPPP 092 06
  2. RANCANGAN PENDAMPINGAN “4 SKILLS OF RESILIENCE” UNTUK PENGEMBANGAN RESILIENSI BIDANG AKADEMIK... doi.org/10.24198/jpsp.v3i2.21874RANCANGAN PENDAMPINGAN Au4 SKILLS OF RESILIENCEAy UNTUK PENGEMBANGAN RESILIENSI BIDANG AKADEMIK doi 10 24198 jpsp v3i2 21874
  3. PENGARUH PEMBERIAN BEASISWA BIDIK MISI TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI DAN DISIPLIN MAHASISWA PENERIMA... doi.org/10.36982/jiegmk.v8i2.325PENGARUH PEMBERIAN BEASISWA BIDIK MISI TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI DAN DISIPLIN MAHASISWA PENERIMA doi 10 36982 jiegmk v8i2 325
Read online
File size405.04 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test