USBUSB

Jurnal PsikohumanikaJurnal Psikohumanika

Lansia merupakan tahap terakhir dalam kehidupan manusia. Pada fase ini, lansia mengalami berbagai macam proses kehidupan, salah satunya adalah sarang kosong. Anak-anak yang meninggalkan rumah menyebabkan mereka merasa hampa. Akibatnya, lansia mengalami berbagai kesulitan dalam hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasa bersyukur terhadap kesepian pada lansia. Berdasarkan kajian literatur, peneliti menetapkan hipotesis penelitian bahwa terdapat hubungan negatif antara rasa syukur dan kesepian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan quota sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Subyek dalam penelitian ini adalah 54 lansia anggota IPPK (Ikatan Purnakaryawan Pendidik dan Kebudayaan) yang berdomisili di Kecamatan Jumapolo. Variabel penelitian diukur dengan menggunakan skala gratitude dan skala empty nest. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi r_xy= -0,352 p= 0,019 (p<0,05). Hal ini membuktikan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara rasa syukur dengan sarang kosong pada lansia, sehingga hipotesis penelitian ini diterima. Analisis tambahan menggunakan analisis regresi ganda digunakan untuk menguji pengaruh antara aspek gratitude dengan empty nest. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai signifikansi p = 0,69 (tidak signifikan) (p> 0,05). Hasil analisis regresi ganda tersebut menunjukkan tidak terdapat hubungan antara aspek gratitude dengan empty nest.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima yang artinya terdapat hubungan antara gratitude dengan empty nest pada lansia di kecamatan Jumapolo.Hasil analisis data menunjukkan korelasi sebesar (R) = -0,352 dengan p = 0,019 (p>0,005) antara variabel gratitude dan empty nest.Tanda negatif (R) menunjukkan arah hubungan yang negatif antara gratitude dengan empty nest, yang berarti semakin tinggi gratitude semakin rendah empty nest, dan sebaliknya.Untuk pengembangan lebih lanjut, peneliti menyarankan penelitian lanjutan yang dapat meminimalkan faktor-faktor yang belum diungkap dalam empty nest, misalnya faktor lain seperti lansia, karena faktor keluarga cukup berpengaruh.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai fenomena empty nest pada lansia. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam, tidak hanya anggota IPPK di Jumapolo, untuk meningkatkan generalisasi temuan. Kedua, eksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi empty nest pada lansia, seperti dukungan sosial dari keluarga dan komunitas, tingkat aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan mental, perlu dilakukan. Penelitian kualitatif, seperti wawancara mendalam, dapat digunakan untuk menggali pengalaman subjektif lansia dalam menghadapi empty nest dan memahami strategi koping yang mereka gunakan. Ketiga, penelitian intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan rasa syukur dan kesejahteraan psikologis lansia yang mengalami empty nest dapat dikembangkan. Penelitian ini dapat menguji efektivitas program-program berbasis gratitude, seperti latihan menulis jurnal syukur atau meditasi syukur, dalam mengurangi kesepian dan meningkatkan kualitas hidup lansia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan program-program yang lebih efektif untuk mendukung lansia dalam menghadapi transisi kehidupan dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Read online
File size392.2 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test