USBUSB

Jurnal PsikohumanikaJurnal Psikohumanika

Ibu guru sekolah menengah pertama (SMP) lintas generasi memiliki kekhasan dalam menjalani kehidupan kerja dan keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dinamika dan perbedaan konflik kerja-keluarga (WFC) yang dialami oleh ibu guru SMP lintas generasi. Studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Kriteria partisipan yaitu ibu guru yang sudah menikah baik dari SMP negeri maupun swasta, memiliki anak yang tinggal bersama dengan pengalaman mengajar minimal satu tahun. Partisipan terdiri dari sembilan ibu guru SMP yang dikategorikan sebagai Generasi X dan Generasi Y. Metode penelitian ini menggunakan daftar pertanyaan wawancara semi terstruktur yang disusun oleh peneliti dalam mengumpulkan data dan dianalisis secara tematik. Ditemukan tema yakni; sumber konflik, konsekuensi konflik, strategi koping dan dukungan sosial dari domain pekerjaan dan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar partisipan menyatakan memiliki beban kerja yang cukup tinggi (administratif, adaptasi teknologi dan multi peran) dengan tidak meninggalkan tanggungjawab domestik. Temuan ini memperluas pemahaman tentang kehidupan konflik kerja–keluarga dalam konteks budaya Indonesia.

Sebagian besar ibu guru SMP mengalami konflik kerja-keluarga yang dipicu oleh beban kerja tinggi dan tanggung jawab domestik, berakibat pada kurangnya waktu bersama keluarga, masalah kesehatan, serta kelelahan emosional.Strategi penanggulangan konflik bersifat dinamis dan berbeda pada lintas generasi, dengan ibu guru Generasi Y cenderung mencari dukungan sosial terdekat, sementara ibu guru Generasi X menunjukkan keyakinan spiritual yang kuat.Penelitian ini menekankan pentingnya pemberian fleksibilitas tugas dan dukungan bagi ibu guru untuk menyeimbangkan peran profesional dan keluarga.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengeksplorasi lebih dalam dampak spesifik dari beban kerja administratif dan adaptasi teknologi terhadap kesejahteraan psikologis ibu guru SMP lintas generasi. Selain itu, penting untuk menginvestigasi efektivitas intervensi berbasis sekolah yang dirancang untuk meningkatkan dukungan sosial dan mengurangi konflik kerja-keluarga pada ibu guru. Penelitian kuantitatif dengan skala yang lebih besar dapat dilakukan untuk menguji generalisasi temuan penelitian ini pada populasi ibu guru SMP yang lebih luas di Indonesia, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor prediktif yang berkontribusi terhadap konflik kerja-keluarga dan strategi koping yang efektif. Penelitian ini dapat diperluas dengan mempertimbangkan peran budaya dan nilai-nilai tradisional Indonesia dalam membentuk pengalaman konflik kerja-keluarga pada ibu guru, serta bagaimana nilai-nilai tersebut memengaruhi pilihan strategi koping yang mereka gunakan.

  1. Organizational Policies and Programs to Reduce Job Stress and Risk of Workplace Violence Among K-12 Education... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1048291117739420Organizational Policies and Programs to Reduce Job Stress and Risk of Workplace Violence Among K 12 Education journals sagepub doi 10 1177 1048291117739420
  2. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0003-066X.56.10.781APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0003 066X 56 10 781
  3. Generational Differences in Work Values: Leisure and Extrinsic Values Increasing, Social and Intrinsic... doi.org/10.1177/0149206309352246Generational Differences in Work Values Leisure and Extrinsic Values Increasing Social and Intrinsic doi 10 1177 0149206309352246
  4. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0021-9010.92.1.57APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0021 9010 92 1 57
  5. Antecedents of work–family conflict: A meta‐analytic review - Michel - 2011 - Journal... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/job.695Antecedents of workyAAAefamily conflict A metayAAAaanalytic review Michel 2011 Journal onlinelibrary wiley doi 10 1002 job 695
Read online
File size573.02 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test