RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM

International Journal of Business, Economics, and Social DevelopmentInternational Journal of Business, Economics, and Social Development

Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan Pengembangan Kawasan Wisata Unggulan (KWU) Pariwisata Kelas Dunia di Jawa Barat, dengan studi kasus berfokus pada Kabupaten Kuningan. Latar belakang penelitian didasarkan pada implementasi kebijakan KWU yang belum optimal, yang ditunjukkan oleh keterbatasan infrastruktur, sumber daya manusia (SDM) terbatas, promosi yang lemah, sinergi antar pemangku kepentingan, serta tantangan keberlanjutan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis implementasi kebijakan pengembangan KWU; (2) mengidentifikasi bentuk inovasi yang dilaksanakan; dan (3) mengukur kontribusi KWU terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kuningan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, mengacu pada Model Implementasi Kebijakan Van Meter dan Van Horn yang mencakup enam variabel. Hasil menunjukkan bahwa implementasi kebijakan KWU di Kabupaten Kuningan belum sepenuhnya optimal. Hambatan utama meliputi distribusi standar kebijakan yang tidak merata, keterbatasan sumber daya (anggaran, infrastruktur, dan kompetensi SDM), serta komunikasi dan koordinasi antar lembaga pelaksana yang tidak tersinkronisasi. Namun demikian, inovasi berbasis masyarakat dan integrasi atraksi budaya/alam/sejarah, serta pengembangan KWU, telah terbukti memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pendapatan daerah sektor pariwisata (PAD) dan pertumbuhan ekonomi lokal. Meskipun kontribusi ini masih bergantung pada fluktuasi kunjungan wisatawan dan belum didukung oleh diversifikasi produk pariwisata berkelanjutan. Secara keseluruhan, disimpulkan bahwa penguatan koordinasi, peningkatan kapasitas kelembagaan, dan inovasi digital diperlukan untuk mewujudkan pariwisata kelas dunia.

Implementasi kebijakan Kawasan Wisata Unggulan (KWU) di Kabupaten Kuningan belum sepenuhnya optimal karena keterbatasan sumber daya dan koordinasi antar instansi yang belum tersinkronisasi, meskipun komitmen pelaksana cukup tinggi.Inovasi berbasis masyarakat telah memberikan dampak positif, namun inovasi berbasis digital seperti smart tourism masih sangat terbatas sehingga menghambat pencapaian standar pariwisata kelas dunia.KWU telah berkontribusi positif terhadap PAD dan pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi kontribusi tersebut belum berkelanjutan karena masih bergantung pada jumlah kunjungan wisatawan, bukan pada peningkatan nilai tambah produk pariwisata.

Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai model integrasi sistem e-ticketing terpusat dan manajemen data wisatawan berbasis digital di Kabupaten Kuningan, untuk mengevaluasi bagaimana teknologi dapat meningkatkan akuntabilitas fiskal dan efisiensi operasional destinasi wisata. Kedua, diperlukan studi tentang pengembangan strategi pemasaran digital berbasis big data yang memanfaatkan perilaku dan preferensi wisatawan, guna membangun citra pariwisata Kuningan sebagai destinasi kelas dunia dengan penetrasi pasar internasional yang lebih kuat. Ketiga, perlu dikaji secara mendalam bentuk penguatan kapasitas kelembagaan melalui pembentukan Organisasi Pengelola Destinasi (DMO) yang independen dan berwewenang penuh, termasuk analisis struktur, otoritas, dan sinergi antar sektor yang dibutuhkan agar DMO mampu mengintegrasikan kebijakan, anggaran, serta program pariwisata secara holistik. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan studi sebelumnya yang menyoroti keterbatasan dalam inovasi top-down, koordinasi antar lembaga, dan kapasitas kelembagaan, serta memberikan dasar empiris untuk transisi menuju pariwisata yang lebih kompetitif, terintegrasi, dan berkelanjutan secara fiskal.

Read online
File size373.13 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test