USBUSB

Jurnal PsikohumanikaJurnal Psikohumanika

Kepuasan pernikahan di Indonesia erat kaitannya dengan religiusitas dan nilai-nilai religiusitas. Tingkatan religiusitas individu dapat memberi pengaruh pada kepuasan dalam pernikahannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat . Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan partisipan penelitian 40 istri pada pernikahan beda agama dan 40 istri pada pernikahan seagama yang diambil secara non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Pengukuran menggunakan skala ENRICH Marital Satisfaction (α = 0,860). Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mann Whitney. Hasil penelitian berdasar hasil analisis uji Mann Whitney menggunakan bantuan SPSS 26 dengan nilai probabilitas adalah (sig) 0,567 > 0,05 menunjukkan, bahwa hipotesis yang diajukan ditolak. Kesimpulan penelitian yaitu tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kepuasan pernikahan pasangan beda agama dengan kepuasan pernikahan pasangan seagama. Kategorisasi kepuasan pernikahan pasangan beda agama dan seagama memiliki kategori yang sama, yaitu masuk dalam kategori tinggi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kepuasan pernikahan antara pasangan beda agama dan seagama.Hal ini dibuktikan melalui analisis uji Mann Whitney dengan nilai probabilitas 0,567 > 0,05.Kedua kelompok pasangan, baik yang berbeda agama maupun seagama, menunjukkan kategori kepuasan pernikahan yang sama, yaitu tinggi.Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain selain agama mungkin lebih berperan dalam menentukan kepuasan pernikahan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam mengenai strategi komunikasi yang digunakan oleh pasangan beda agama dalam mengatasi perbedaan nilai dan keyakinan, serta bagaimana strategi tersebut berkontribusi terhadap kepuasan pernikahan. Selain itu, penting untuk meneliti peran dukungan sosial dari keluarga dan komunitas terhadap keberhasilan pernikahan beda agama, termasuk bagaimana dukungan tersebut dapat memitigasi potensi konflik dan meningkatkan kesejahteraan psikologis pasangan. Terakhir, penelitian di masa depan dapat fokus pada studi longitudinal untuk memahami bagaimana kepuasan pernikahan pada pasangan beda agama dan seagama berubah seiring waktu, serta faktor-faktor apa saja yang memprediksi stabilitas dan kualitas hubungan jangka panjang, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti adaptasi terhadap perubahan hidup dan dinamika peran dalam keluarga.

  1. "Marital Satisfaction in Terms of Communication, Conflict Resolution, S" by Theda Renanita... scholarhub.ui.ac.id/hubsasia/vol22/iss1/12Marital Satisfaction in Terms of Communication Conflict Resolution S by Theda Renanita scholarhub ui ac hubsasia vol22 iss1 12
  2. ANALISIS PELAKSANAAN PERKAWINAN BEDA AGAMA DI INDONESIA | Jurnal Hukum to-ra : Hukum Untuk Mengatur dan... doi.org/10.55809/tora.v9i1.194ANALISIS PELAKSANAAN PERKAWINAN BEDA AGAMA DI INDONESIA Jurnal Hukum to ra Hukum Untuk Mengatur dan doi 10 55809 tora v9i1 194
  3. Analisis kepuasan pernikahan pada pasangan suami istri yang bekerja | Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan... doi.org/10.29210/1202121150Analisis kepuasan pernikahan pada pasangan suami istri yang bekerja Jurnal EDUCATIO Jurnal Pendidikan doi 10 29210 1202121150
  4. Peran Keluarga dalam Mengoptimalkan Perkembangan Anak | Az-Zakiy: Journal of Islamic Studies. peran keluarga... doi.org/10.35706/azzakiy.v1i01.9951Peran Keluarga dalam Mengoptimalkan Perkembangan Anak Az Zakiy Journal of Islamic Studies peran keluarga doi 10 35706 azzakiy v1i01 9951
Read online
File size220.54 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test