IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI

Comm-EduComm-Edu

Penelitian ini bertujuan mengetahui perencanaan pelatihan peningkatan kemampuan gadik dan gadikan dalam rangka pembelajaran organisasi Polri pada program Pendidikan Pembentukan Bintara Polri di SPN Polda Jawa Barat. Untuk mengetahui pelaksanaan peningkatan kemampuan gadik dan gadikan dalam rangka pembelajaran organisasi Polri pada program Pendidikan Pembentukan Bintara Polri di SPN Polda Jawa Barat. Untuk mendeskripsikan hasil peningkatan kemampuan gadik dan gadikan dalam rangka pembelajaran organisasi Polri pada program Pendidikan Pembentukan Bintara Polri di SPN Polda Jawa Barat, maka penelitian ini menggunakan dasar penelitian studi kasus dan tipe penelitian diskriptif kualitatif. Penentuan informan dilakukan secara purposive sampling, yaitu yang dipilih secara sengaja dengan pertimbangan informan yang dipilih dianggap mampu memberikan informasi yang dibutuhkan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa organisasi mengarahkan kepada siapa anggota organisasi berinteraksi dan berkomunikasi sehingga tidak dianggap salah (secara etika dan disiplin) baik dalam bersikap dan berperilaku khususnya dalam hubungan person to person. Disisi lain, juga mempunyai hubungan dan saling terkait yaitu mempengaruhi pengelolaan organisasi yang muncul dalam bentuk keputusan, kebijakan dan arahan baik tertulis maupun lisan. Pelatihan organisasi ini mendorong terjadinya manajemen pembelajaran yang tertib karena selain tetap membuka pola komunikasi dua arah, diskusi dan dialog serta di dalamnya ada kritik, masukan dan saran. Namun dalam pelatihan organisasi mensyaratkan komunikasi tersebut secara formal harus berpedoman pada etika, prosedur dan tata cara tertentu.

Peran Tenaga Pendidik dalam Pembentukan Bintara di SPN Polda Jawa Barat sudah berjalan efektif dan sesuai dengan Peraturan Kalemdikpol No.02 Tahun 2009 tentang Penunjukan Tenaga Pendidik.Tenaga pendidik di SPN Polda Jawa Barat berperan dalam memberi dukungan emosional dan kognitif, kemudian memberi materi yang berarti juga menarik untuk dipelajari dan dikuasai oleh para siswa, serta memberi dukungan yang cukup bagi terciptanya sebuah organisasi yang mumpuni.Hal ini sudah dilakukan dengan baik oleh Tenaga Pendidik di Lingkungan SPN Polda Jawa Barat.Kemudian peran seorang Tenaga pendidik di Lembaga pendidikan kepolisian khususnya di SPN Polda Jawa Barat yaitu, memiliki tugas seperti merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi proses pembelajaran serta melakukan pembimbingan, pelatihan dan penelitian dalam bidangnya sehingga para tenaga pendidik mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul untuk melahirkan Insan Bhayangkara.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi efektivitas berbagai metode pelatihan dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dan kerjasama antara gadik dan gadikan, dengan fokus pada bagaimana metode pelatihan yang berbeda mempengaruhi hasil belajar dan kepuasan peserta. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak pelatihan organisasi terhadap kinerja personel Polri di lapangan, dengan menggunakan indikator kinerja yang terukur seperti tingkat penyelesaian kasus, kepuasan masyarakat, dan disiplin. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi persepsi dan pengalaman gadik dan gadikan terkait dengan tantangan dan peluang dalam implementasi pembelajaran organisasi di SPN Polda Jawa Barat, dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat proses pembelajaran organisasi.

Read online
File size774.44 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test