STBISTBI

PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama KristenPASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen

Penelitian artikel ini bertujuan untuk melakukan reinterpretasi makna sebenarnya terhadap frase πᾶσα οἰκοδομὴ (Pasa Oikodomi) dalam Efesus 2:21. Terdapat dua interpretasi dalam menerjemahkan frase tersebut, yakni dalam arti harafiah sebagai Bait Suci dan dalam arti metafora sebagai simbolisasi dari jemaat sebagai tubuh Kristus. Jika demikian, apa makna sebenarnya dari frase πᾶσα οἰκοδομὴ (Pasa Oikodomi)? Untuk menjawab pertanyaan inilah maka, penelitian ini dilakukan melalui kajian secara spesifik dan komprehensif, terhadap reinterpretasi frase πᾶσα οἰκοδομὴ (pasa oikodomi). Berdasarkan penggunaan metode kualitatif interpretative melalui proses hermeneutik, artikel ini menemukan bahwa reinterpretasi frase πᾶσα οἰκοδομὴ (Pasa Oikodomi) merujuk kepada seluruh Tubuh, dan atau seluruh jemaat dalam kesatuan gereja. Dasar argumentasi dari reinterpretasi tersebut bahwa, dalam konteks surat Efesus, Paulus sedang berbicara tentang persatuan dalam tubuh Kristus, yaitu gereja. Oleh sebab itu, kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan hermeneutik komprehensif yang menegaskan frase πᾶσα οἰκοδομὴ (Pasa Oikodomi) sebagai penegasan struktur kesatuan gereja tubuh Kristus, bukan sekadar simbol bangunan fisik.

Kesimpulan dari analisis ini menegaskan bahwa reinterpretasi terhadap frasa πᾶσα οἰκοδομὴ dapat diterjemahkan sebagai seluruh tubuh atau seluruh jemaat gereja.21, penerjemahan ini mencakup semua orang percaya, baik Yahudi maupun non Yahudi, yang bersama-sama membentuk gereja.Paulus menggunakan metafora bangunan untuk menggambarkan persatuan dan pertumbuhan jemaat dalam Kristus.Seluruh bangunan yang digambarkan Paulus tidak hanya merujuk pada struktur fisik, tetapi juga pada kesatuan rohani yang terdiri dari individu-individu yang percaya.Interpretasi ini menekankan bahwa gereja adalah satu kesatuan, di mana setiap orang percaya memiliki peran dan tempat yang penting dalam membangun kesatuan tubuh Kristus.Gereja sebagai seluruh tubuh atau seluruh jemaat adalah tempat kediaman Allah, di mana semua anggotanya bersatu dalam iman dan kasih yang memiliki nilai-nilai implikasi menerapkan prinsipi-prinsip praktis untuk mendorong persatuan dan kesatuan di dalam jemaat.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana implementasi nilai-nilai kesatuan gereja dalam praktik sehari-hari. Bagaimana gereja dapat menerapkan prinsip-prinsip persatuan dan inklusivitas dalam berbagai aspek pelayanannya? Kedua, penelitian dapat fokus pada strategi praktis yang dapat diterapkan oleh pemimpin gereja untuk mendorong persatuan dan kesatuan di dalam jemaat. Bagaimana pemimpin gereja dapat menciptakan lingkungan yang ramah dan inklusif, mendorong komunikasi yang transparan, dan menumbuhkan budaya kasih dan pengampunan? Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi lebih lanjut tentang implikasi teologis dari frase πᾶσα οἰκοδομὴ dalam Efesus 2:21. Bagaimana frase ini dapat membantu gereja memahami identitasnya sebagai tubuh Kristus dan bagaimana hal ini dapat diterapkan dalam kehidupan iman sehari-hari?.

  1. One moment, please.... moment please wait request verified e-journal.sttberitahidup.ac.id/index.php/jbh/article/view/93One moment please moment please wait request verified e journal sttberitahidup ac index php jbh article view 93
  2. Implementation of Church Unity Based on the Reinterpretation of the Phrase Pasa Oikodomi in Ephesians... journal.stbi.ac.id/index.php/PSC/article/view/557Implementation of Church Unity Based on the Reinterpretation of the Phrase Pasa Oikodomi in Ephesians journal stbi ac index php PSC article view 557
Read online
File size516.95 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test