POLIMEDIAPOLIMEDIA

Jurnal Ilmiah PublipreneurJurnal Ilmiah Publipreneur

Dalam era globalisasi saat ini tidak sedikit kesenian yang punah atau tidak lagi dipertunjukan. Keresahan-keresahan akan hal tersebut banyak dirasakan oleh para budayawan maupun seniman. Dengan munculnya kesenian baru yang turut beradaptasi dengan era saat ini dengan tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisinya masih dapat dirasakan pada kesenian gambar Motekar. Penelitian yang dilakukan penulis merupakan analisis deskriptif terhadap gambar Motekar di era globalisasi saat ini. Pengumpulan data dan fakta mengenai gambar Motekar telah penulis lakukan baik langsung maupun tidak langsung. Dengan manghasilkan kesimpulan bahwa gambar Motekar sebagai kesenian baru yang beradaptasi terhadap arus globalisasi saat ini terus berupaya eksis dengan mempertahankan nilai luhur meskipun dengan visual yang dimodernisasi.

Gambar Motekar adalah sebuah inovasi kesenian wayang modern dari Bandung yang menggunakan media fiber transparan untuk menghasilkan bayangan berwarna, diciptakan sebagai respons terhadap tantangan globalisasi terhadap seni tradisional.Diprakarsai oleh Herry Dim, kesenian ini terinspirasi dari wayang kulit dan permainan masa kecil, lalu dikembangkan oleh Arthur S.Nalan hingga menjadi bentuk pertunjukan kolaboratif seperti Wayang Kakufi.Meskipun tampil modern dan beradaptasi dengan zaman, Gambar Motekar secara esensial mempertahankan tradisi pewayangan melalui elemen-elemen pertunjukannya, mulai dari pembuka hingga penutup.

Penelitian ini telah mendeskripsikan dengan baik bagaimana Gambar Motekar, sebuah inovasi wayang dari Bandung, beradaptasi di era globalisasi dengan tetap mempertahankan nilai tradisionalnya. Untuk memperkaya pemahaman kita, akan sangat menarik jika ada studi lanjutan yang menggali lebih dalam efektivitas Gambar Motekar dalam menumbuhkan kembali minat generasi muda terhadap seni pewayangan. Pertanyaan penelitian bisa berpusat pada seberapa jauh modernisasi visual dan teknik pertunjukan Gambar Motekar berhasil menarik perhatian anak-anak dan remaja, serta bagaimana hal ini berkontribusi pada pelestarian budaya lokal di tengah gempuran budaya global. Selain itu, mengingat potensi ekonomi kreatif Bandung, penelitian mengenai model bisnis dan strategi pemasaran Gambar Motekar juga krusial. Bagaimana Gambar Motekar dapat dikembangkan sebagai produk ekonomi kreatif yang berkelanjutan, baik melalui kolaborasi dengan industri pariwisata maupun pendidikan, menjadi area yang layak dieksplorasi. Terakhir, karena Gambar Motekar sendiri merupakan hasil eksplorasi teknis, studi tentang potensi pengembangan teknologi baru untuk pertunjukan Gambar Motekar yang lebih interaktif atau adaptif terhadap platform digital modern dapat memberikan panduan inovasi ke depan. Ini bisa mencakup eksplorasi penggunaan realitas virtual (VR) atau augmented reality (AR) untuk menghadirkan pengalaman wayang yang imersif, serta studi banding dengan bentuk seni pertunjukan digital serupa lainnya.

Read online
File size398.06 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test