POLIMEDIAPOLIMEDIA

Jurnal Ilmiah PublipreneurJurnal Ilmiah Publipreneur

Penelitian ini didasari oleh masalah belajar pengalaman pragmatis yang dihadapi peneliti dalam aktivitas mengajar sehari-hari dari semester pertama hingga keempat (2008-2021) di PoliMedia. Temuan pragmatis peneliti menunjukkan bahwa pengajaran bahasa Inggris untuk mahasiswa penerbitan dengan keterampilan dasar (membaca, menulis, mendengarkan, berbicara) harus sejalan dengan kompetensi dasar yang diperlukan dalam penilaian bahasa untuk keterampilan penerbitan yang diperlukan (pra-penulisan, penyusunan, revisi, editing, dan penerbitan). Namun, untuk memastikan temuan pragmatis tersebut, diperlukan analisis akademik melalui metodologi penelitian akademik, termasuk: pengaturan dan waktu, desain penelitian, populasi dan sampel, instrumen pengumpulan data, dan analisis data. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui penglihatan, pengamatan, diskusi, dan studi terhadap dokumen terkait yang diambil dari kuesioner, wawancara, simulasi, dan diskusi kelompok terfokus di antara dosen. Data menunjukkan berbagai tingkat akuisisi bahasa (membaca, menulis, mendengarkan, berbicara) yang ditemukan dalam pra-penulisan, penyusunan, revisi, editing, dan penerbitan. Sementara itu, terdapat tujuh belas keterampilan teknis mahasiswa yang perlu didukung dalam proses belajar, yaitu: 1) keterampilan kerja tim; 2) keterampilan komunikasi lisan; 3) keterampilan pemecahan masalah; 4) keterampilan penanganan pelanggan; 5) keterampilan manajemen; 6) keterampilan pengguna IT umum; 7) keterampilan teknis dan praktis; 8) keterampilan administrasi kantor; 9) keterampilan komunikasi tertulis; 10) keterampilan literasi; 11) keterampilan numerasi; 12) keterampilan profesional IT; 13) keterampilan bahasa asing; 14) kemampuan bergulat dengan tata bahasa; 15) keterampilan membaca cepat; 16) keterampilan mencatat; dan 17) keterampilan negosiasi.

Berdasarkan hasil analisis data dan diskusi, dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa penerbitan, desain bahan belajar bahasa Inggris untuk mahasiswa penerbitan harus diformulasikan sesuai dengan tingkat kompetensi yang sesuai dengan kerangka kualifikasi nasional Indonesia.Oleh karena itu, desain bahan belajar bahasa Inggris harus mencakup empat kompetensi bahasa dasar, yaitu.Sejalan dengan kompetensi bahasa dasar tersebut, desain bahan belajar bahasa Inggris harus mendorong mahasiswa untuk menikmati dan berlatih dalam siklus pekerjaan editorial, yaitu pra-penulisan, penyusunan, revisi, editing, dan penerbitan.Untuk proses mengajar dan belajar serta sejalan dengan kebutuhan industri penerbitan, desain bahan belajar bahasa Inggris untuk mahasiswa penerbitan harus mampu mempromosikan berbagai keterampilan teknis yang diperlukan untuk industri, seperti.Selain itu, desain bahan belajar bahasa Inggris yang didedikasikan untuk aktivitas penerbitan sebagai referensi subjek juga disarankan, yaitu.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: (1) Mengembangkan bahan belajar bahasa Inggris yang berfokus pada keterampilan komunikasi lisan dan tertulis untuk mahasiswa penerbitan, dengan mempertimbangkan kebutuhan industri penerbitan. (2) Meneliti dan menganalisis lebih lanjut bagaimana desain bahan belajar bahasa Inggris yang efektif dapat meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa penerbitan, khususnya dalam hal kerja tim, manajemen, dan komunikasi lisan. (3) Melakukan studi komparatif antara desain bahan belajar bahasa Inggris yang digunakan saat ini dengan desain yang lebih inovatif, untuk melihat apakah ada peningkatan signifikan dalam akuisisi bahasa dan keterampilan teknis mahasiswa penerbitan.

Read online
File size264.5 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test