UNESAUNESA
Jurnal BK UNESAJurnal BK UNESAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Program Pemantik (Pembimbing Teman Terbaik) sebagai layanan Bimbingan dan Konseling berbasis dukungan teman sebaya dalam membentuk etika pergaulan teman sebaya siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pre-test post-test. Subjek penelitian meliputi kader Pemantik dan siswa kelas VII SMPN 47 Surabaya. Data dikumpulkan menggunakan angket etika pergaulan teman sebaya yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan etika pergaulan teman sebaya setelah pelaksanaan Program Pemantik, yang ditandai dengan menurunnya kategori rendah serta meningkatnya kategori sedang dan tinggi pada seluruh kelas. Nilai rata-rata skor post-test juga lebih tinggi dibandingkan skor pre-test. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test. Dengan demikian, Program Pemantik dinyatakan efektif dalam membentuk etika pergaulan teman sebaya siswa dan dapat dikembangkan sebagai alternatif layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah menengah pertama.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Program Pemantik efektif dalam meningkatkan etika pergaulan teman sebaya siswa kelas VII SMPN 47 Surabaya.Hal ini ditunjukkan oleh adanya peningkatan skor etika pergaulan teman sebaya setelah pelaksanaan program, baik ditinjau dari kenaikan nilai rata-rata, pergeseran distribusi kategori dari rendah ke sedang dan tinggi, maupun hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test yang menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test.Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan konselor sebaya melalui keterlibatan kader Pemantik mampu mendorong perubahan sikap dan perilaku siswa ke arah yang lebih positif.
Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan desain eksperimen yang lebih ketat, seperti menggunakan kelompok kontrol, untuk memperkuat bukti efektivitas Program Pemantik. Kedua, penelitian dapat menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program, seperti karakteristik kader Pemantik, dinamika kelompok, dan dukungan dari pihak sekolah. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi adaptasi Program Pemantik untuk konteks sekolah yang berbeda, misalnya sekolah dengan karakteristik siswa yang beragam atau sekolah yang memiliki sumber daya yang terbatas. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai efektivitas konseling sebaya dan memberikan rekomendasi yang lebih spesifik untuk pengembangan program di berbagai sekolah, sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih positif dan suportif bagi siswa.
- Perkembangan Masa Remaja | JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan Dan Humaniora. remaja jispendiora... doi.org/10.56910/jispendiora.v3i2.1578Perkembangan Masa Remaja JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan Dan Humaniora remaja jispendiora doi 10 56910 jispendiora v3i2 1578
- Penerapan Konselor Sebaya dalam Mengoptimalkan Fungsi Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah | Ridha... doi.org/10.24014/jp.v15i1.6549Penerapan Konselor Sebaya dalam Mengoptimalkan Fungsi Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah Ridha doi 10 24014 jp v15i1 6549
| File size | 263.26 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNESAUNESA Prosedur pelaksanaan bimbingan kelompok teknik sosiodrama melibatkan dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari dua tahapan yang dilakukan dalam duaProsedur pelaksanaan bimbingan kelompok teknik sosiodrama melibatkan dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari dua tahapan yang dilakukan dalam dua
UNESAUNESA Sehingga dengan mendeskripsikan pengaruh karier keluarga terhadap konseli, diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan perencanaan, pilihan, dan keputusanSehingga dengan mendeskripsikan pengaruh karier keluarga terhadap konseli, diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan perencanaan, pilihan, dan keputusan
UNESAUNESA Perubahan perilaku siswa, seperti adopsi kebiasaan aktivitas fisik yang lebih rutin dan pola makan yang lebih sehat, menandakan bahwa kegiatan ini berhasilPerubahan perilaku siswa, seperti adopsi kebiasaan aktivitas fisik yang lebih rutin dan pola makan yang lebih sehat, menandakan bahwa kegiatan ini berhasil
UNESAUNESA Komunikasi interpersonal adalah salah satu aspek penting dalam menjalani kehidupan sebagai makhluk sosial untuk membangun hubungan. Tujuan dari kajianKomunikasi interpersonal adalah salah satu aspek penting dalam menjalani kehidupan sebagai makhluk sosial untuk membangun hubungan. Tujuan dari kajian
UNESAUNESA Hal ini dapat dibuktikan melalui penurunan skor dari angket perilaku bullying dari pre-test ke post-test. Sebelum dilakukan treatment, delapan pesertaHal ini dapat dibuktikan melalui penurunan skor dari angket perilaku bullying dari pre-test ke post-test. Sebelum dilakukan treatment, delapan peserta
SIMPADUSIMPADU 2 SMA Negeri 1 Gowa menunjukkan peningkatan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Hasil belajar peserta didik2 SMA Negeri 1 Gowa menunjukkan peningkatan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Hasil belajar peserta didik
UNESAUNESA Kriteria ini mencakup uji validasi media dan uji validasi materi. Dari hasil uji validasi materi, diperoleh hasil sebesar 91,25%. Oleh karena itu, dapatKriteria ini mencakup uji validasi media dan uji validasi materi. Dari hasil uji validasi materi, diperoleh hasil sebesar 91,25%. Oleh karena itu, dapat
UNESAUNESA Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya perilaku bullying yang dilakukan oleh pelaku bullying antara lain adalah karakteristik korban, sikapHasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya perilaku bullying yang dilakukan oleh pelaku bullying antara lain adalah karakteristik korban, sikap
Useful /
UNESAUNESA Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Lamongan dengan menggunakan kelas X-8 sebanyak 38 peserta didik sebagai objek penelitian. Dalam penelitian iniPenelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Lamongan dengan menggunakan kelas X-8 sebanyak 38 peserta didik sebagai objek penelitian. Dalam penelitian ini
UNESAUNESA Instrumen tes untuk mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik. Subjek penelitian kelas VII-K atas rekomendasi guru BK. Terlihat perbedaan dari rata-rataInstrumen tes untuk mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik. Subjek penelitian kelas VII-K atas rekomendasi guru BK. Terlihat perbedaan dari rata-rata
UNESAUNESA Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
UNESAUNESA Persentase keberhasilan mencetak poin dari service lebih sedikit dibandingkan dengan kegagalan. Keberhasilan mencetak poin dari aktivitas attack lebihPersentase keberhasilan mencetak poin dari service lebih sedikit dibandingkan dengan kegagalan. Keberhasilan mencetak poin dari aktivitas attack lebih