IBSIBS

Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan (Journal of Economics, Management and Banking)Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan (Journal of Economics, Management and Banking)

Kepuasan kerja adalah faktor penting bagi organisasi dalam mengelola Sumber Daya Manusia miliknya. Terdapat tiga faktor penentu kepuasan kerja. Ketiga faktor tersebut adalah gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan organisasi pembelajar. Gaya kepemimpinan dan budaya sendiri merupakan faktor penentu organisasi pembelajar. Penelitian dilakukan pada pegawai bank X yang merupakan salah satu bank umum nasional di Indonesia. Responden penelitian berjumlah 242 pegawai, dan model diuji dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian membuktikan bahwa organisasi pembelajar dan budaya organisasi secara signifikan mempengaruhi kepuasan kerja pegawai. Gaya kepemimpinan dan budaya organisasi dalam membentuk organisasi pembelajar. Dalam penelitian ini, gaya kepemimpinan justru mengurangi kepuasan kerja pegawai bank XYZ.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah kontruk organisasi pembelajar dan budaya organisasi merupakan konstruk yang penting dalam membangun kepuasan kerja pegawai bank X.Kepuasan kerja sendiri merupakan konstruk yang penting dalam membangun hal-hal yang positif seperti kinerja pegawai, sekaligus menurunkan hal-hal yang negatif seperti stress kerja.Kepemimpinan ternyata dapat menjadi pisau bermata dua.Kepemimpinan akan menurunkan kepuasan kerja secara langsung, namun akan meningkatkan kepuasan kerja melalui peningkatan kualitas organisasi pembelajar.

Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat meneliti lebih dalam mengenai pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja, terutama dalam konteks perubahan organisasi. Hal ini dapat dilakukan dengan menambahkan variabel moderasi, seperti tingkat komitmen organisasi atau persepsi terhadap keadilan, untuk melihat bagaimana pengaruh kepemimpinan berubah tergantung pada kondisi organisasi. Kedua, penelitian dapat mengkaji peran mediasi dari organisasi pembelajar dalam hubungan antara budaya organisasi dan kepuasan kerja. Dengan kata lain, bagaimana budaya organisasi mempengaruhi kepuasan kerja melalui pembentukan organisasi pembelajar yang efektif. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana karakteristik individu, seperti usia, pendidikan, atau pengalaman kerja, memoderasi hubungan antara kepemimpinan, organisasi pembelajar, budaya organisasi, dan kepuasan kerja. Dengan memahami interaksi kompleks antara faktor-faktor ini, organisasi dapat merancang strategi manajemen sumber daya manusia yang lebih efektif untuk meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja karyawan.

Read online
File size302.74 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test