POLTEKSAHIDPOLTEKSAHID

International Journal of Travel, Hospitality and EventsInternational Journal of Travel, Hospitality and Events

Penelitian ini mengkaji strategi promosi Desa Wisata Tongging melalui media sosial sebagai upaya mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan aksi partisipatif dengan melakukan studi lapangan secara langsung dan meninjau secara komprehensif strategi promosi Desa Wisata Tongging melalui media sosial dalam konteks pengembangan pariwisata berkelanjutan, untuk mengeksplorasi posisi pemasaran dan praktik promosi yang diterapkan oleh pengelola desa, khususnya melalui Instagram dan platform digital. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan kajian literatur. Temuan menunjukkan bahwa kegiatan promosi sesuai dengan dua strategi utama dalam Ansoff Matrix, yaitu penetrasi pasar melalui reaktivasi akun Instagram @desawisatatongging, publikasi reels secara konsisten, serta kolaborasi dengan pengelola pariwisata lokal, dan pengembangan pasar melalui pembuatan situs web desa terintegrasi, konten berjudul bahasa Inggris, dan papan informasi dilengkapi kode QR. Strategi-strategi ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam visibilitas digital, ditandai dengan naiknya rata-rata tayangan reels dari 1.702 menjadi 3.902, dengan satu konten mencapai 9.558 tayangan. Integrasi Marketing Mix (4P) semakin memperkuat efektivitas promosi dengan meningkatkan aksesibilitas informasi, transparansi harga, dan citra destinasi. Secara keseluruhan, penelitian menyimpulkan bahwa promosi berbasis media sosial secara efektif mendukung pariwisata berkelanjutan dengan meningkatkan digitalisasi informasi, pemberdayaan pemangku kepentingan lokal, dan perluasan jangkauan pasar.

Strategi promosi Desa Wisata Tongging melalui media sosial telah berhasil meningkatkan visibilitas digital dan selaras dengan kerangka Ansoff Matrix serta Marketing Mix (4P), sekaligus mendukung prinsip pariwisata berkelanjutan.Strategi penetrasi pasar dilakukan melalui reaktivasi akun Instagram dengan konten reels intensif, kolaborasi dengan pengelola pariwisata lokal, serta konten edukatif untuk memperkuat minat wisatawan yang sudah ada.Sementara strategi pengembangan pasar terlihat dari upaya menjangkau segmen baru melalui situs web desa terintegrasi, konten berjudul bahasa Inggris, dan pemasangan papan informasi berbasis kode QR, yang berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat dan peningkatan aksesibilitas informasi.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengukur secara kuantitatif sejauh mana peningkatan visibilitas digital berdampak langsung terhadap jumlah kunjungan wisatawan dan peningkatan pendapatan masyarakat di Desa Wisata Tongging, agar dapat diketahui efektivitas ekonomi dari strategi promosi yang diterapkan. Kedua, perlu dikaji penerapan strategi diversifikasi seperti pengembangan paket wisata tematik berbasis budaya Batak atau agroekowisata dari komoditas lokal seperti bawang merah dan mangga udang, untuk melihat potensinya dalam menarik segmen wisatawan baru dan memperkuat daya tarik unik desa. Ketiga, diperlukan studi tentang optimalisasi website desa sebagai platform transaksi terpadu yang terintegrasi dengan sistem pembayaran dan pemesanan akomodasi secara langsung, termasuk analisis faktor-faktor yang memengaruhi adopsi teknologi tersebut oleh pelaku pariwisata lokal, guna menjamin keberlanjutan ekosistem digital pariwisata desa.

  1. Vol. 5 No. 1 (2026): International Journal of Travel, Hospitality and Events | International Journal... journal.polteksahid.ac.id/index.php/ijothe/issue/view/44Vol 5 No 1 2026 International Journal of Travel Hospitality and Events International Journal journal polteksahid ac index php ijothe issue view 44
Read online
File size244.81 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test