UNARSUNARS
FENOMENAFENOMENAKebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua. Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 tentang tata cara dan persyaratan pembayaran manfaat jaminan hari tua mulai berlaku setelah 3 bulan terhitung sejak tanggal diundangkan atau mulai Mei 2022. Tipe Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif atau penelitian kepustakaan. Berdasarkan uraian latar belakang dan pembahasan penelitian ini, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Prinsip Hukum bahwa Permenaker Nomor 4 Tahun 2022 mengembalikan ketentuan yang ada di Permenaker Nomor 19 Tahun 2015, terutama terkait klaim manfaat JHT bagi peserta yang mengundurkan diri dan peserta terkena PHK, di mana manfaat JHT dapat diambil secara tunai dan sekaligus setelah melewati masa tunggu 1 (satu) bulan. Jika ada yang mengundurkan diri atau terkena PHK tidak perlu menunggu sampai usia 56 tahun untuk mengklaim JHT. Kendala utama bagi peserta jaminan hari tua dan pencairannya bahwa kurangnya SDA untuk memberikan pelayanan secara maksimal dan kurangnya sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan dan salah paham mengenai haknya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Jika ada yang mengundurkan diri atau terkena PHK tidak perlu menunggu sampai usia 56 tahun untuk mengklaim JHT.Kendala utama bagi peserta jaminan hari tua dan pencairannya bahwa kurangnya SDA untuk memberikan pelayanan secara maksimal kepada peserta klaim, sehingga pelayanan yang dilakukan juga belum efektif, dan kurangnya sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan tentang semua hal yang ada hubungan di pelaksanaannya JHT, lalu menyebabkan keengganan dan salah paham mengenai haknya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, sedangkan pencairannya Pasal 5 Permenaker No.2 tahun 2022 pencairan dana JHT harus menunggu hingga usia 56 tahun.
Berdasarkan penelitian ini, ada tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian tentang efektivitas sosialisasi kebijakan JHT oleh BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta, khususnya peserta yang terkena PHK atau mengundurkan diri, agar mereka memahami prosedur klaim tanpa harus menunggu usia 56 tahun. Kedua, studi mengenai pengaruh perubahan regulasi JHT terhadap kesejahteraan pekerja, terutama dalam konteks ekonomi dan kebutuhan finansial mereka saat mengalami PHK. Ketiga, penelitian tentang integrasi teknologi digital dalam sistem pencairan JHT, seperti penggunaan platform online untuk mempercepat proses klaim dan mengurangi ketergantungan pada layanan fisik yang sering mengalami hambatan. Saran-saran ini dapat membantu memperbaiki kebijakan JHT agar lebih adil dan efisien bagi peserta.
| File size | 481.12 KB |
| Pages | 23 |
| DMCA | Report |
Related /
INTERNATIONALPUBLISHERINTERNATIONALPUBLISHER Penelitian ini memperkuat penelitian empiris tentang pengelolaan jaminan sosial tenaga kerja dan memberikan implikasi praktis untuk meningkatkan tata kelolaPenelitian ini memperkuat penelitian empiris tentang pengelolaan jaminan sosial tenaga kerja dan memberikan implikasi praktis untuk meningkatkan tata kelola
MALAHAYATIMALAHAYATI Disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan guna mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap kecelakaan kerja di industriDisarankan untuk melakukan penelitian lanjutan guna mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap kecelakaan kerja di industri
FORMOSAPUBLISHERFORMOSAPUBLISHER Kelompok musik tradisional di Indonesia masih mengalami marginalisasi sosial yang signifikan dalam mengakses BPJS Ketenagakerjaan. Marginalisasi ini terjadiKelompok musik tradisional di Indonesia masih mengalami marginalisasi sosial yang signifikan dalam mengakses BPJS Ketenagakerjaan. Marginalisasi ini terjadi
STIKKUSTIKKU Metode: Jenis penelitian analitik deskriptif dengan desain Cross Sectional. Populasi dan sampel berjumlah 52 orang dengan menggunakan teknik Total Sampling.Metode: Jenis penelitian analitik deskriptif dengan desain Cross Sectional. Populasi dan sampel berjumlah 52 orang dengan menggunakan teknik Total Sampling.
STPI PAJAKSTPI PAJAK Variabel yang digunakan adalah stres kerja (X1), kepuasan kerja (X2), dan variabel mediasi intention to stay (Z), serta variabel terikat kinerja karyawanVariabel yang digunakan adalah stres kerja (X1), kepuasan kerja (X2), dan variabel mediasi intention to stay (Z), serta variabel terikat kinerja karyawan
STPI PAJAKSTPI PAJAK Penelitian kuantitatif deskriptif ini dilakukan di sekolah SIT As-Salaam, Bogor, dengan menyebarkan kuesioner kepada 54 guru dan melakukan observasi. HasilPenelitian kuantitatif deskriptif ini dilakukan di sekolah SIT As-Salaam, Bogor, dengan menyebarkan kuesioner kepada 54 guru dan melakukan observasi. Hasil
UNMUNM Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif dikumpulkan menggunakan lembar observasi, sedangkan data kuantitatifJenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif dikumpulkan menggunakan lembar observasi, sedangkan data kuantitatif
UNMUNM Teknik analisis data yang digunakan dengan analisis statistik deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor-faktor: distribusi,Teknik analisis data yang digunakan dengan analisis statistik deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor-faktor: distribusi,
Useful /
POLTEKSAHIDPOLTEKSAHID Kegiatan ini melatih kedisiplinan, kerja sama, dan etika berkunjung. Secara keseluruhan, kunjungan ini memberikan manfaat besar dalam meningkatkan pengetahuan,Kegiatan ini melatih kedisiplinan, kerja sama, dan etika berkunjung. Secara keseluruhan, kunjungan ini memberikan manfaat besar dalam meningkatkan pengetahuan,
UNARSUNARS Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah berupaya mengatasi pinjaman online ilegal melalui penerbitan POJK Nomor 77/POJK. Kehadiran aplikasi pinjaman onlineOtoritas Jasa Keuangan (OJK) telah berupaya mengatasi pinjaman online ilegal melalui penerbitan POJK Nomor 77/POJK. Kehadiran aplikasi pinjaman online
UNARSUNARS Hal ini dikarenakan terdapatnya kesenjangan tingkat kematangan antara orang dewasa dengan anak, baik secara moral, kognitif, psikologis, dan emosional.Hal ini dikarenakan terdapatnya kesenjangan tingkat kematangan antara orang dewasa dengan anak, baik secara moral, kognitif, psikologis, dan emosional.
STIEPANCASETIASTIEPANCASETIA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh: Kompetensi Penyidik dan Responsivitas terhadap Kualitas Pelayanan melalui PenangananPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh: Kompetensi Penyidik dan Responsivitas terhadap Kualitas Pelayanan melalui Penanganan