WONOGIRIKABWONOGIRIKAB

Jurnal Jaringan Penelitian Pengembangan Penerapan Inovasi Pendidikan (Jarlitbang)Jurnal Jaringan Penelitian Pengembangan Penerapan Inovasi Pendidikan (Jarlitbang)

Pembuatan dan pemanfaatan media pembelajaran interaktif di Sekolah Dasar masih jarang dilakukan dan dianggap sulit. Oleh karena itu, peneliti melakukan usaha yang mampu meningkatkan kemampuan guru dalam membuat media pembelajaran interaktif menggunakan Microsoft Powerpoint. Usaha tersebut dengan mengadakan program In House Training (IHT). IHT dilakukan untuk membimbing dan melatih guru yang ada di sekolah agar mampu membuat media pembelajaran interaktif sendiri. IHT ini dilakukan dengan memberikan contoh Teknik-teknik pembuatan media pembelajaran interaktif serta memberikan pendampingan tutor sebaya secara berkesinambungan sampai guru benar-benar berhasil membuatnya. Hasil dilaksanakannya program IHT ini menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan guru dalam membuat media pembelajaran interaktif meningkat dari 27,50 menjadi 78,84. Persentase guru yang dapat membuat media interaktif dengan baikpun meningkat dari 0% menjadi 77,78% (7 guru dari total 9 guru). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa IHT dapat meningkatkan kemampuan guru dalam membuat media pembelajaran interaktif menggunakan Microsoft powerpoint.

In House Training (IHT) terbukti efektif meningkatkan kemampuan guru dalam membuat media pembelajaran interaktif menggunakan Microsoft PowerPoint.Rata-rata skor kemampuan guru meningkat dari 27,50 menjadi 78,84, dan persentase guru yang mampu membuat media interaktif dengan baik meningkat dari 0% menjadi 77,78%.Penelitian ini menunjukkan bahwa IHT dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji efektivitas penggunaan media pembelajaran interaktif yang dihasilkan dari IHT terhadap hasil belajar siswa. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model IHT yang lebih inovatif dan adaptif, misalnya dengan memanfaatkan platform pembelajaran daring atau blended learning. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan implementasi IHT, seperti motivasi guru, dukungan kepala sekolah, dan ketersediaan sumber daya. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemberdayaan guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran.

Read online
File size508.72 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test