UNIMEDUNIMED
Edukasi KulturaEdukasi KulturaSeblak, a typical Sundanese snack made from wet crackers with a spicy taste, has now become part of popular culture favored by Generation Z. Although many previous studies have examined seblak from culinary, economic, and product promotion perspectives, studies that highlight the social meaning, cultural identity, and gender dimensions in seblak consumption are relatively limited. This study aims to explore the meaning of seblak consumption among Generation Z using Alfred Schutzs phenomenological approach. Data were obtained through in-depth interviews with eight informants in Bandung City who were selected purposively. The results show that seblak is not only interpreted as spicy and inexpensive food, but also as comfort food that functions as a stress reliever, a means of strengthening social interaction, and a symbol of Sundanese cultural identity. Furthermore, a gender dimension also emerged, where seblak consumption by men is often associated with shifts in masculinity. This research contributes to the enrichment of cultural communication studies and food studies, particularly regarding how Generation Z constructs meanings about traditional foods in the era of social media.
Penelitian ini mengungkap bahwa konsumsi seblak di kalangan generasi Z tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas makan, tetapi juga sebagai praktik sosial yang sarat makna emosional, budaya, dan identitas.Seblak berfungsi sebagai *comfort food* yang memberikan kenyamanan psikologis, sekaligus sebagai simbol identitas budaya Sunda yang tetap hidup di tengah modernitas.Temuan ini mempertegas pandangan fenomenologi Alfred Schutz bahwa makna subjektif individu dibentuk melalui pengalaman intersubjektif di ranah sosial.
Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih dalam bagaimana representasi seblak di media sosial memengaruhi persepsi dan perilaku konsumsi generasi Z, serta bagaimana hal ini berkontribusi pada pembentukan identitas mereka. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan makna seblak di berbagai daerah di Indonesia untuk memahami bagaimana makanan tradisional lain berperan dalam konstruksi identitas generasi muda. Terakhir, penelitian kuantitatif dengan skala yang lebih besar dapat dilakukan untuk menguji validitas temuan penelitian ini dan mengidentifikasi faktor-faktor lain yang memengaruhi konsumsi seblak di kalangan generasi Z. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran makanan tradisional dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia, khususnya di era digital ini. Dengan memahami dinamika ini, kita dapat merumuskan strategi yang lebih efektif untuk melestarikan kuliner lokal dan memperkuat identitas budaya bangsa.
| File size | 250.85 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk transformasi literasi keagamaan yang terjadi melalui media sosial serta implikasinya terhadap pendidikanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk transformasi literasi keagamaan yang terjadi melalui media sosial serta implikasinya terhadap pendidikan
UNESAUNESA Nilai-nilai kearifan lokal dari tradisi upacara Kasada meliputi nilai religi, nilai sosial, nilai budaya, nilai ekologis, dan nilai pendidikan. Nilai-nilaiNilai-nilai kearifan lokal dari tradisi upacara Kasada meliputi nilai religi, nilai sosial, nilai budaya, nilai ekologis, dan nilai pendidikan. Nilai-nilai
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru, siswa, serta orang tua murid. Hasil menunjukkanPendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru, siswa, serta orang tua murid. Hasil menunjukkan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Masjid adalah tempat penting untuk ibadah dan kegiatan Islam, tapi seringkali kurang aktif, terutama di desa. Penelitian ini mencari tahu bagaimana BadanMasjid adalah tempat penting untuk ibadah dan kegiatan Islam, tapi seringkali kurang aktif, terutama di desa. Penelitian ini mencari tahu bagaimana Badan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Penelitian ini menyimpulkan bahwa karya sastra dapat menjadi sarana efektif dalam pendidikan karakter, terutama dalam membentuk pemahaman siswa terhadapPenelitian ini menyimpulkan bahwa karya sastra dapat menjadi sarana efektif dalam pendidikan karakter, terutama dalam membentuk pemahaman siswa terhadap
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Implementasi pendekatan ini membutuhkan kesiapan guru, kurikulum yang relevan, dukungan lingkungan sekolah, dan kolaborasi berbagai pihak untuk mewujudkanImplementasi pendekatan ini membutuhkan kesiapan guru, kurikulum yang relevan, dukungan lingkungan sekolah, dan kolaborasi berbagai pihak untuk mewujudkan
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Aspek konatif dan afektif dari pendidikan agama terkadang kurang diperhatikan. Sehingga kesholihan ibadah kadang kurang berdampak pada kesholihan analAspek konatif dan afektif dari pendidikan agama terkadang kurang diperhatikan. Sehingga kesholihan ibadah kadang kurang berdampak pada kesholihan anal
UMCUMC Semua orang bisa menari seni topeng sebagai bentuk untuk melestarikan dan mempertahankan seni warisan nenek moyang mereka. Dasar dari penelitian ini adalahSemua orang bisa menari seni topeng sebagai bentuk untuk melestarikan dan mempertahankan seni warisan nenek moyang mereka. Dasar dari penelitian ini adalah
Useful /
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Keempat faktor tersebut berinteraksi secara sinergis dan menentukan efektivitas implementasi rencana stratejik. Kebaruan dari penelitian ini terletak padaKeempat faktor tersebut berinteraksi secara sinergis dan menentukan efektivitas implementasi rencana stratejik. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Keterlibatan aktif guru dan budaya kerja kolaboratif menjadi penopang dalam merancang strategi sekolah yang adaptif terhadap perubahan. Di sisi lain, keterbatasanKeterlibatan aktif guru dan budaya kerja kolaboratif menjadi penopang dalam merancang strategi sekolah yang adaptif terhadap perubahan. Di sisi lain, keterbatasan
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO This article highlights the importance of character education in Islamic education and several factors that influence it, such as the role of teachers,This article highlights the importance of character education in Islamic education and several factors that influence it, such as the role of teachers,
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Pemikiran Islam mengalami berbagai dinamika, pasang surut. Bentrokan dengan peradaban Barat, yang telah mendominasi peradaban dunia, telah menyebabkanPemikiran Islam mengalami berbagai dinamika, pasang surut. Bentrokan dengan peradaban Barat, yang telah mendominasi peradaban dunia, telah menyebabkan