IJRETINAIJRETINA
International Journal of RetinaInternational Journal of RetinaCentral retinal vein occlusion (CRVO) merupakan penyebab umum gangguan penglihatan sekunder akibat penyakit pembuluh darah retina, dengan prevalensi sekitar 0,08% pada individu di atas 30 tahun. Edema makula kistik (CME) merupakan penyebab utama kehilangan penglihatan pada kasus tersebut. Laporan ini menggambarkan hasil anatomis dan fungsional yang menguntungkan setelah injeksi bevacizumab intravitreal tunggal pada CME sekunder akibat CRVO. Sebuah pria berusia 41 tahun datang dengan keluhan penglihatan kabur mendadak pada mata kiri (LE) selama 10 jam, terutama memengaruhi bidang superior dan temporal. Ia menyangkal nyeri mata, fotopsia, skotoma, diplopia, atau kemerahan. Riwayatnya adalah hipertensi yang tidak diobati. Tekanan darahnya 180/120 mmHg, visual acuity (VA) adalah 1/60 di LE, dan defek pupil aferen relatif positif (RAPD) hadir. Pemeriksaan fundus mengungkapkan paparan saraf optik edema, pembuluh retina yang tortuos, dan perdarahan yang meluas. Koherensi optik tomografi (OCT) dari makula menunjukkan cairan intraretina (IRF) yang masif (IRF) dengan ketebalan makula sentral (CMT) 779 µm. Investigasi laboratorium, termasuk profil koagulasi, tidak ada kelainan. Terapi antihipertensi (amlodipine 10 mg qd, candesartan 16 mg qd) dimulai. Injeksi bevacizumab intravitreal tunggal (1,25 mg) diberikan. Pada tindak lanjut 1 bulan, visual acuity terbaik yang dikoreksi (BCVA) meningkat menjadi 6/18, OCT mengonfirmasi resolusi lengkap IRF, dan CMT menurun menjadi 240 µm. Temuan ini tetap stabil pada 6 bulan, tanpa kekambuhan atau komplikasi.
Injeksi bevacizumab intravitreal tunggal mungkin menjadi pengobatan yang layak untuk CME sekunder akibat CRVO pada kasus terpilih.Pilihan antara regimen T&E dan PRN harus diindividualisasikan berdasarkan respons klinis dan faktor spesifik pasien, dengan pengelolaan komorbiditas vaskular sistemik secara bersamaan.
Berdasarkan studi ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian prospektif yang lebih besar diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang dari injeksi bevacizumab tunggal pada pasien dengan CME sekunder akibat CRVO, dengan fokus pada identifikasi faktor-faktor yang memprediksi respons yang berkelanjutan. Kedua, penelitian komparatif langsung antara injeksi bevacizumab tunggal dan regimen T&E atau PRN standar dapat membantu menentukan pendekatan pengobatan yang paling optimal untuk berbagai subkelompok pasien. Ketiga, investigasi lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi peran terapi kombinasi, seperti bevacizumab bersama dengan terapi antihipertensi yang ditingkatkan, dalam meningkatkan hasil klinis pada pasien dengan CRVO dan komorbiditas vaskular yang signifikan. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan wawasan berharga untuk mengoptimalkan manajemen CME sekunder akibat CRVO dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
| File size | 561.86 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 The sample consisted of 27 respondents selected through accidental sampling based on inclusion criteria. The intervention involved providing educationalThe sample consisted of 27 respondents selected through accidental sampling based on inclusion criteria. The intervention involved providing educational
UWKSUWKS Analisis hubungan antar variabel dianalisis melalui uji chi-square. Hasil: Ditemukan bahwa tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi obat memiliki keterkaitanAnalisis hubungan antar variabel dianalisis melalui uji chi-square. Hasil: Ditemukan bahwa tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi obat memiliki keterkaitan
UNUKALTIMUNUKALTIM Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 14 (25,5%) responden dengan tingkat kepatuhan “Patuh, 19 (34,5%) responden dengan tingkat kepatuhan “Sedang,Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 14 (25,5%) responden dengan tingkat kepatuhan “Patuh, 19 (34,5%) responden dengan tingkat kepatuhan “Sedang,
UINUIN Penelitian ini merupakan observasional kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan survei. Jumlah sampel yang digunakan adalah 382 respondenPenelitian ini merupakan observasional kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan survei. Jumlah sampel yang digunakan adalah 382 responden
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Faktor usia di atas 60 tahun dan penurunan kemampuan kognitif kemungkinan memengaruhi tingkat pengetahuan. Kesimpulan menekankan pentingnya peran perawatFaktor usia di atas 60 tahun dan penurunan kemampuan kognitif kemungkinan memengaruhi tingkat pengetahuan. Kesimpulan menekankan pentingnya peran perawat
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei survei pendekatan cross-sectional Dengan menggunakan teknik purposive sampling.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei survei pendekatan cross-sectional Dengan menggunakan teknik purposive sampling.
URECOLURECOL Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efek samping kemoterapi pada pasien kanker serviks di Asia Tenggara dengan menggunakan metode literatur review.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efek samping kemoterapi pada pasien kanker serviks di Asia Tenggara dengan menggunakan metode literatur review.
UNTADUNTAD Summary effect dari penelitian ini dengan menggunakan random effect model memperoleh nilai beda rata-rata 0,499, yang berarti pasien yang menerima terapiSummary effect dari penelitian ini dengan menggunakan random effect model memperoleh nilai beda rata-rata 0,499, yang berarti pasien yang menerima terapi
Useful /
UNUKALTIMUNUKALTIM Kabupaten Morowali terletak di wilayah pesisir di Propinsi Sulawesi Tengah, memiliki potensi pertambangan nikel yang turut berkontribusi bagi pemerintahKabupaten Morowali terletak di wilayah pesisir di Propinsi Sulawesi Tengah, memiliki potensi pertambangan nikel yang turut berkontribusi bagi pemerintah
UINUIN 002%). Ada enam senyawa yang konsisten muncul dalam semua perlakuan yakni α-agarofuran, neoisolongifolene, α-santalol, δ-guaiene, dihydrocolumellarin,002%). Ada enam senyawa yang konsisten muncul dalam semua perlakuan yakni α-agarofuran, neoisolongifolene, α-santalol, δ-guaiene, dihydrocolumellarin,
UINUIN Chr pada kadar bilirubin total dan indeks hepatosomatik (HSI) pada tikus putih jantan. Metode eksperimental post-test control group only menggunakan 35Chr pada kadar bilirubin total dan indeks hepatosomatik (HSI) pada tikus putih jantan. Metode eksperimental post-test control group only menggunakan 35
UNUKALTIMUNUKALTIM Untuk mengoptimalkan peran guru, diperlukan pengembangan kompetensi digital melalui pembelajaran berbasis teknologi, adaptasi dengan metode pembelajaranUntuk mengoptimalkan peran guru, diperlukan pengembangan kompetensi digital melalui pembelajaran berbasis teknologi, adaptasi dengan metode pembelajaran