FKPTFKPT

Bulletin of Information Technology (BIT)Bulletin of Information Technology (BIT)

Ketahanan pangan merupakan aspek strategis yang menentukan kesejahteraan masyarakat dan stabilitas suatu wilayah. Di Kabupaten Labuhanbatu Utara masih terdapat 24 desa rawan pangan dari total 82 desa dan 8 kelurahan. Permasalahan utama yang dihadapi adalah proses pemetaan yang masih dilakukan secara manual serta sulitnya menentukan rute distribusi pangan terdekat, sehingga intervensi pemerintah menjadi kurang efisien. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis web untuk memetakan daerah rawan pangan sekaligus menghitung rute distribusi tercepat menggunakan algoritma Dijkstra. Sistem dikembangkan dengan model waterfall melalui tahapan observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu memvisualisasikan 24 desa rawan pangan secara interaktif serta memberikan rekomendasi rute distribusi dengan rata-rata jarak 37,04 km dan waktu tempuh 37,35 menit. Angka ini lebih efisien dibanding metode manual yang cenderung menghasilkan rute lebih panjang dan waktu distribusi lebih lama. Kontribusi utama penelitian ini adalah penerapan algoritma Dijkstra dalam pemetaan desa rawan pangan berbasis web yang belum pernah dilakukan sebelumnya di Kabupaten Labuhanbatu Utara. Temuan ini diharapkan dapat mendukung pemerintah daerah dalam pengambilan keputusan strategis terkait percepatan distribusi pangan, sehingga pelayanan publik menjadi lebih efektif dan ketahanan pangan masyarakat dapat ditingkatkan.

Penelitian ini menghasilkan rancangan dan pengembangan Sistem Informasi Geografis berbasis web dengan penerapan algoritma Dijkstra untuk menentukan jalur distribusi pangan terdekat di Kabupaten Labuhanbatu Utara.Sistem ini mampu menampilkan peta interaktif, rute terpendek, estimasi waktu tempuh, serta laporan data desa rawan pangan secara real-time, sehingga dapat membantu pemerintah daerah meningkatkan efisiensi distribusi pangan dan pelayanan publik.Penelitian ini memberikan kontribusi akademis berupa pengembangan model SIG berbasis algoritma Dijkstra yang dapat direplikasi di daerah lain dengan permasalahan serupa.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran untuk penelitian lanjutan. Pertama, sistem perlu dikembangkan dengan integrasi data real-time seperti data GPS kendaraan, kondisi jalan, dan kepadatan lalu lintas untuk meningkatkan akurasi perhitungan rute. Kedua, eksplorasi algoritma alternatif seperti A* atau genetic algorithm dapat dilakukan untuk membandingkan performa dengan algoritma Dijkstra dalam berbagai skenario. Ketiga, sistem dapat diperluas dengan modul analisis ekonomi yang mengukur dampak efisiensi distribusi terhadap biaya logistik dan peningkatan akses pangan masyarakat. Pengembangan ini akan memberikan gambaran komprehensif mengenai efektivitas sistem dalam mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di Kabupaten Labuhanbatu Utara dan wilayah sekitarnya, serta memberikan informasi yang lebih akurat dan relevan bagi para pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi intervensi yang tepat sasaran. Integrasi data real-time akan memungkinkan sistem untuk beradaptasi dengan perubahan kondisi lapangan, sementara perbandingan dengan algoritma lain akan membantu mengidentifikasi metode yang paling optimal untuk berbagai situasi. Modul analisis ekonomi akan memberikan justifikasi ekonomi yang kuat untuk investasi dalam sistem dan infrastruktur distribusi pangan.

  1. OPTIMASI RUTE DISTRIBUSI FROZEN FOOD MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COORDINATE ANALYSIS DAN NEAREST NEIGHBOR... doi.org/10.61124/sinta.v1i4.34OPTIMASI RUTE DISTRIBUSI FROZEN FOOD MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COORDINATE ANALYSIS DAN NEAREST NEIGHBOR doi 10 61124 sinta v1i4 34
Read online
File size367.5 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test