UNSIKAUNSIKA

BAROMETERBAROMETER

Limbah medis sebagai salah satu limbah bahan berbahaya dan beracun harus dikelola dengan tepat agar tidak menimbulkan efek negatif signifikan. Pengelolaan limbah medis dimulai dari pengurangan, penyimpanan, pengangkutan, pengolahan dan penimbunan limbah. RS X sebagai penghasil limbah medis bertanggung jawab dalam pengurangan dan penyimpanan limbah. Artikel ini bertujuan melakukan evaluasi mendalam pengelolaan limbah medis di RS X bagian pengemasan dan penyimpanan limbah dimana evaluasi khusus ini belum banyak dilakukan oleh penelitian pengelolaan limbah medis. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif yang dilakukan dengan teknik pengumpulan data secara observasi dan wawancara dengan pihak manajemen kesehatan lingkungan serta petugas penanganan limbah dan kebersihan RS X. Data primer penelitian ini yakni kondisi pengelolaan limbah medis RS X yang selanjutnya dievaluasi kesesuaiannya secara deskriptif berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia 56/2015.

Hasil evaluasi pengelolaan limbah medis padat, khususnya pada pengemasan dan penyimpanan, di RS X berdasarkan persyaratan pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.56/2015 menunjukkan 100% kesesuaian pengemasan limbah dan 80% kesesuaian pada bagian penyimpanan limbah.Ketidaksesuaian yang terjadi berkaitan dengan lokasi tempat penyimpanan yang tergolong rawan banjir serta ruangan penyimpanan yang minim pencahayaan.Optimalisasi sistem drainase, redesign tempat penyimpanan serta memaksimalkan monitoring dan evaluasi secara berkala dan langsung dapat menjadi solusi untuk meminimalisir ketidaksesuaian tersebut.Dengan melakukan upaya perbaikan tersebut, maka dapat menjadi langkah yang baik bagi RS X untuk mengoptimalkan pengelolaan limbah medis di tahap selanjutnya.

Berdasarkan hasil penelitian dan evaluasi, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis dampak dari lokasi penyimpanan limbah medis yang rawan banjir terhadap kesehatan lingkungan dan pekerja. 2. Mengevaluasi efektivitas desain ulang tempat penyimpanan limbah medis dan sistem drainase yang ditingkatkan dalam mengurangi risiko banjir dan genangan air. 3. Meneliti pengaruh pencahayaan yang memadai terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja saat menangani limbah medis di tempat penyimpanan. Penelitian lanjutan ini dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang pengelolaan limbah medis yang optimal dan berkelanjutan, serta membantu meningkatkan keamanan dan kesehatan lingkungan di rumah sakit.

  1. BAROMETER. evaluation solid medical waste management package storage hospital karawang regency barometer... ftunsika.id/index.php/barometer/article/view/11461BAROMETER evaluation solid medical waste management package storage hospital karawang regency barometer ftunsika index php barometer article view 11461
  2. A study on the effectiveness of training programs in improving biomedical waste handling in a tertiary... linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S2213398424000228A study on the effectiveness of training programs in improving biomedical waste handling in a tertiary linkinghub elsevier retrieve pii S2213398424000228
Read online
File size534.34 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test