PCRPCR

JITER-PM (Jurnal Inovasi Terapan - Pengabdian Masyarakat)JITER-PM (Jurnal Inovasi Terapan - Pengabdian Masyarakat)

Kemampuan literasi merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki siswa dalam menghadapi tantangan di era disrupsi digital. Namun, minat dan kemampuan literasi siswa sekolah dasar saat ini masih tergolong rendah. Salah satu penyebabnya adalah tingginya keterlibatan siswa dengan media sosial serta kurangnya pembiasaan membaca sejak dini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa melalui program “Pojok Baca yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Terpadu Bojong Nangka, Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, pelaksanaan pre-test AKM literasi, implementasi pojok baca, dan post-test AKM untuk mengukur hasil intervensi. Hasil Kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan literasi siswa, di mana jumlah siswa yang memperoleh skor tinggi (80–95) meningkat dari 2 orang menjadi 18 orang siswa atau 60% dari jumlah keseluruhan siswa. Kegiatan pojok baca terbukti efektif dalam menumbuhkan minat baca serta meningkatkan kemampuan literasi siswa secara aplikatif.

Program Pojok Baca yang dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan dan minat literasi siswa sekolah dasar.Efektifitas tersebut ditunjukkan oleh peningkatan signifikan hasil nilai Assesment Kompetensi Minimum (AKM) literasi setelah kegiatan pojok baca diterapkan.Program ini menunjukkan bahwa intervensi sederhana namun terstruktur dalam bentuk pojok baca dapat menjadi langkah konkret dalam meningkatkan literasi siswa di era digital, terutama di daerah dengan tingkat literasi yang masih rendah seperti Tasikmalaya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai jenis buku bacaan yang paling efektif dalam meningkatkan minat baca siswa sekolah dasar, dengan mempertimbangkan faktor usia, tingkat kelas, dan minat individual. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pojok baca yang lebih inovatif dan interaktif, misalnya dengan memanfaatkan teknologi digital seperti aplikasi membaca interaktif atau e-book. Ketiga, penting untuk menginvestigasi dampak jangka panjang dari program pojok baca terhadap perkembangan kemampuan literasi siswa, termasuk kemampuan menulis, berpikir kritis, dan pemecahan masalah. Penelitian ini dapat dilakukan dengan melakukan pemantauan terhadap prestasi akademik siswa dalam jangka waktu yang lebih panjang, serta mengumpulkan data kualitatif melalui wawancara dengan siswa, guru, dan orang tua. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai efektivitas program pojok baca dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar.

  1. Peran Literasi dalam Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis | Oktariani | Jurnal Penelitian Pendidikan,... doi.org/10.51849/j-p3k.v1i1.11Peran Literasi dalam Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis Oktariani Jurnal Penelitian Pendidikan doi 10 51849 j p3k v1i1 11
  2. Optimalisasi Pojok Baca untuk Meningkatkan Minat dan Kemampuan Literasi Siswa di Sekolah Dasar | JITER-PM... doi.org/10.35143/jiter-pm.v3i2.6661Optimalisasi Pojok Baca untuk Meningkatkan Minat dan Kemampuan Literasi Siswa di Sekolah Dasar JITER PM doi 10 35143 jiter pm v3i2 6661
  3. Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Kemampuan Literasi Baca-Tulis Siswa Kelas 3 di SDN Sapit | Jurnal... doi.org/10.29303/jipp.v7i3b.774Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Kemampuan Literasi Baca Tulis Siswa Kelas 3 di SDN Sapit Jurnal doi 10 29303 jipp v7i3b 774
Read online
File size534.54 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test