UMPWRUMPWR

Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik SipilSurya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil

Saluran Primer Bendungan Kalisemo terletak di Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. Saluran ini sangat bermanfaat bagi pertanian dan masyarakat sekitar, namun seiring berjalannya waktu saluran ini mengalami pendangkalan sehingga mengakibatkan penurunan debit air irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sedimen dasar berdasarkan ukuran butir pada Saluran Primer Bendung Kalisemo dan memperoleh volume angkutan sedimen dasar pada Saluran Primer Bendung Kalisemo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang fokus pada pengumpulan data (pengukuran langsung, pengamatan langsung, dan pengujian sampel sedimen dasar) dan analisis data. Sampel sedimen dasar diambil pada lima titik di Saluran Primer Bendung Kalisemo. Analisis volume angkutan sedimen dasar dilakukan dengan menggunakan Metode Meyer Peter Muller dan Metode Einstein. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik sedimen dasar berdasarkan ukuran butir pada Saluran Primer Bendungan Kalisemo dari yang terbesar hingga yang terkecil yaitu kerikil sedang, kerikil halus, kerikil sangat halus, pasir kuarsa, pasir sedang, pasir halus, pasir sangat halus, dan lanau. Volume angkutan sedimen dasar di Saluran Primer Bendungan Kalisemo dengan Metode M.P.M sebesar 3,02 m3/hari dan dengan Metode Einstein sebesar 0,8668 m3/hari.

Karakteristik angkutan sedimen dasar (bed load) berdasarkan ukuran butiran di Saluran Primer Bendung Kalisemo dari yang paling besar ke yang paling kecil yaitu, kerikil sedang, kerikil halus, kerikil sangat halus, pasir berkwarsa, pasir sedang, pasir halus, pasir sangat halus, dan lanau.Volume angkutan sedimen dasar (bed load) di Saluran Primer Bendung Kalisemo dengan Metode Meyer-Peter & Muller (M.M) diperoleh rata-rata volume angkutan sedimen dasar sebesar 3,02 m3/hari dan dengan Metode Einstein diperoleh rata-rata volume angkutan sedimen dasar sebesar 0,8668 m3/hari.

Untuk meningkatkan akurasi hasil penelitian, disarankan untuk menambah jumlah titik lokasi penelitian di saluran. Selain itu, metode perhitungan volume angkutan sedimen dasar (bed load) dapat diperluas dengan menambahkan Metode Du Boys (1879) dan Metode Kalinske (1947). Penelitian lanjutan juga dapat fokus pada analisis dampak pendangkalan saluran terhadap produksi pertanian dan masyarakat sekitar, serta mengembangkan strategi pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur saluran yang lebih efektif.

Read online
File size384.97 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test