JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT

FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen IslamFIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam

Studi ini menganalisis perbedaan orientasi filosofis dalam pemikiran pendidikan Islam dari dua tokoh reformis Minangkabau, Haji Abdul Karim Amrullah dan Syekh Ibrahim Musa, yang meskipun dididik oleh guru yang sama, merumuskan filosofi pendidikan yang sangat berbeda. Studi ini menggunakan metodologi historis komparatif dan kualitatif untuk memeriksa sumber-sumber fundamental dari kedua tokoh tersebut dalam enam dimensi: epistemologi, tujuan pendidikan, pendekatan pedagogis, sikap terhadap tradisi, strategi institusional, dan teknik reformasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Haji Abdul Karim Amrullah mengadopsi pendekatan pragmatis yang menghargai informasi karena kegunaannya secara sosial. Ia berfokus pada perubahan masyarakat, pendekatan induktif-pengalaman, dan reformasi konfrontatif. Di sisi lain, Syekh Ibrahim Musa memiliki pandangan idealis bahwa informasi hanya valid jika sesuai dengan tradisi ilmiah kuno. Ia menekankan pertumbuhan intelektual yang mendalam, teknik deduktif berbasis teks, sistematis, dan perubahan pendidikan bertahap. Perbedaan ini menunjukkan dua pendekatan berbeda untuk mengatasi hubungan antara keaslian agama dan relevansi modern dalam konteks kolonialisme dan nasionalisme Indonesia awal. Penelitian ini membantu membongkar narasi tunggal modernisme Islam dan menawarkan kerangka analitis komparatif yang dapat direproduksi untuk memeriksa filosofi pendidikan Islam di konteks lain.

Studi ini menunjukkan bahwa reformasi pendidikan Islam di Minangkabau awal abad ke-20 bukanlah gerakan yang seragam, melainkan ditandai dengan keragaman internal yang signifikan.Perbandingan antara Haji Abdul Karim Amrullah dan Syekh Ibrahim Musa mengungkapkan bahwa meskipun memiliki garis keturunan intelektual yang sama, mereka tidak menghasilkan keseragaman, melainkan menghasilkan orientasi filosofis yang berbeda.Haji Abdul Karim Amrullah mengusulkan metodologi pragmatis yang menyoroti nilai sosial pengetahuan dan memasukkan teknik pengalaman, sedangkan Syekh Ibrahim Musa membina perspektif idealis yang berakar pada konsistensi penelitian Islam klasik.Temuan ini memiliki implikasi praktis bagi kemajuan pendidikan Islam modern di Indonesia, menunjukkan bahwa tidak ada model pendidikan Islam yang benar tunggal, dan bahwa institusi harus dapat memilih atau mengintegrasikan komponen dari kedua model tersebut.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana gagasan Haji Abdul Karim Amrullah dan Syekh Ibrahim Musa diterima, ditafsirkan ulang, dan dikembangkan oleh generasi berikutnya. Hal ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dampak jangka panjang dari pemikiran mereka. Kedua, penelitian dapat menyelidiki bagaimana faktor-faktor kontekstual, seperti lingkungan institusional dan tantangan sosial-politik, membentuk perbedaan filosofis antara kedua tokoh tersebut. Dengan menganalisis secara lebih mendalam interaksi antara ide dan konteks, kita dapat memperoleh wawasan yang lebih kaya tentang dinamika reformasi Islam. Ketiga, penelitian dapat memperluas analisis komparatif untuk memasukkan tokoh-tokoh reformis Islam lainnya dari berbagai wilayah dan periode waktu. Hal ini akan memungkinkan kita untuk mengidentifikasi pola-pola umum dan perbedaan dalam pemikiran pendidikan Islam di seluruh dunia.

  1. The Relevance of Islamic Education Concept Abdul Karim Amrullah's Perspective in the Contemporary... doi.org/10.54012/jcell.v4i001.362The Relevance of Islamic Education Concept Abdul Karim Amrullahs Perspective in the Contemporary doi 10 54012 jcell v4i001 362
  2. PERAN PONDOK PESANTREN DALAM MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DI PONDOK PESANTREN AL-HIDAYAH CIOMAS... doi.org/10.61624/japi.v4i1.131PERAN PONDOK PESANTREN DALAM MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4 0 DI PONDOK PESANTREN AL HIDAYAH CIOMAS doi 10 61624 japi v4i1 131
  3. Pengaruh Program Pesantren, Sumber Daya Manusia, dan Lingkungan Pesantren Terhadap Kemandirian Santri... doi.org/10.51874/jips.v5i2.279Pengaruh Program Pesantren Sumber Daya Manusia dan Lingkungan Pesantren Terhadap Kemandirian Santri doi 10 51874 jips v5i2 279
Read online
File size339.24 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test