ITENASITENAS

Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah LingkunganRekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan

Perubahan iklim dan urbanisasi menjadi penyebab utama dalam penurunan kapasitas resapan air tanah yang merupakan tantangan krusial dalam pengelolaan sumber daya air berkelanjutan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi recharge area melalui integrasi metode Thornthwaite-Mather dengan platform Google Earth Engine (GEE). GEE, sebagai platform komputasi cloud, memungkinkan pemrosesan data iklim dan spasial berskala besar secara efisien, sehingga sangat relevan untuk wilayah dengan keterbatasan data lapangan. Penelitian dilakukan di Kabupaten Malang, berfokus pada dua lokasi dengan perbedaan elevasi signifikan, yaitu Kecamatan Turen dan Pujon. Data yang digunakan meliputi curah hujan dan suhu dari tahun 2015–2019, serta parameter tanah dari OpenLandMap. Estimasi recharge dihitung berdasarkan neraca air bulanan dan analisis sifat fisik serta hidraulik tanah, seperti kapasitas lapang (FC) dan titik layu permanen (PWP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata recharge tahunan di Pujon mencapai 1417 mm, sedangkan di Turen hanya 756 mm. Komparasi antara Turen dan Pujon memperlihatkan variasi recharge tahunan yang signifikan, dipengaruhi oleh topografi dan tingkat urbanisasi di masing-masing kecamatan. Studi ini menegaskan bahwa integrasi metode hidrologi klasik dengan platform spasial berbasis cloud dapat meningkatkan akurasi estimasi recharge dan secara substantif mendukung upaya pengelolaan air tanah berkelanjutan.

Berdasarkan analisis recharge air tanah antara dua wilayah di Kabupaten Malang, yaitu Turen dan Pujon selama periode 2015–2019, dapat disimpulkan bahwa Pujon memiliki potensi recharge yang lebih tinggi secara konsisten dibandingkan Turen.Rata-rata recharge tahunan di Pujon mencapai 1417 mm, sedangkan di Turen hanya 756 mm.Puncak recharge tertinggi terjadi pada tahun 2017, yang dipicu oleh curah hujan ekstrem, sebaliknya Turen di tahun yang sama memiliki nilai terendah.Faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan ini mencakup topografi (Pujon berada di dataran tinggi), tingkat urbanisasi yang lebih rendah, serta struktur tanah yang lebih mendukung infiltrasi.Komparasi ini menunjukkan bahwa karakteristik fisik lahan dan kondisi lingkungan lokal sangat berpengaruh terhadap potensi recharge, sehingga pendekatan spasial dan berbasis data jangka panjang diperlukan dalam pengelolaan air tanah secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk memperdalam pemahaman mengenai potensi recharge area dan dampaknya terhadap pengelolaan sumber daya air. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada analisis sensitivitas terhadap perubahan tata guna lahan, dengan mempertimbangkan skenario pertumbuhan perkotaan dan perubahan pola pertanian di masa depan. Hal ini penting untuk memprediksi bagaimana perubahan penggunaan lahan akan memengaruhi laju infiltrasi dan recharge air tanah, serta untuk merumuskan strategi mitigasi yang efektif. Kedua, penelitian dapat menginvestigasi peran vegetasi dalam memengaruhi recharge, dengan mengkaji jenis-jenis vegetasi yang paling efektif dalam meningkatkan infiltrasi dan mengurangi limpasan permukaan. Studi ini dapat melibatkan eksperimen lapangan untuk mengukur dampak berbagai jenis tanaman terhadap kelembaban tanah dan recharge air tanah. Ketiga, penelitian dapat mengembangkan model hidrologi yang lebih kompleks, dengan mengintegrasikan data geofisika dan hidrogeologi untuk memperkirakan distribusi akuifer dan aliran air tanah secara lebih akurat. Model ini dapat digunakan untuk memprediksi dampak perubahan iklim dan aktivitas manusia terhadap ketersediaan air tanah, serta untuk mengoptimalkan strategi pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Dengan menggabungkan ketiga saran penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika recharge air tanah dan dampaknya terhadap lingkungan, sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam pengelolaan sumber daya air.

Read online
File size3.11 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test