MGEDUKASIAMGEDUKASIA

Journal of Indonesian Primary SchoolJournal of Indonesian Primary School

Mahasiswa UIN Ar-Raniry berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, seperti sekolah menengah atas, sekolah vokasi, sekolah menengah Islam, dan pondok pesantren. Mahasiswa dari tahun ajaran 2024/2025 merupakan bagian dari generasi yang akrab dengan teknologi. Mereka memiliki preferensi masing-masing dalam menanggapi penggunaan media pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi mahasiswa terhadap kelas pembelajaran dan sumber belajar yang terkait dengan media pembelajaran daring. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner skala Likert melalui Google Form. Berdasarkan data penelitian, diketahui bahwa meskipun akrab dengan teknologi, mereka tidak menganggap media pembelajaran daring sebagai suatu kebutuhan. Sikap mereka terhadap media pembelajaran daring cenderung baik atau netral, dengan preferensi seimbang antara penggunaan media pembelajaran daring dan luring. Secara umum, preferensi mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan menunjukkan kesamaan dalam penggunaan media pembelajaran daring, tanpa perbedaan signifikan berdasarkan latar belakang pendidikan mereka.

Mahasiswa UIN Ar-Raniry berasal dari berbagai latar belakang pendidikan.Mereka adalah lulusan sekolah menengah atas, sekolah vokasi, sekolah menengah Islam, dan juga pondok pesantren.Mahasiswa UIN Ar-Raniry untuk tahun ajaran 2024/2025 termasuk dalam kategori generasi yang sudah akrab dengan teknologi.Namun, dalam menanggapi teknologi sebagai media pembelajaran daring, mereka tidak menjadikan media pembelajaran daring sebagai suatu kebutuhan.Mereka menanggapi media pembelajaran daring dengan baik atau netral.Secara umum, dapat disimpulkan bahwa preferensi mahasiswa yang lulusan sekolah menengah atas, sekolah vokasi, sekolah menengah Islam dan juga pondok pesantren sama dalam memanfaatkan media pembelajaran daring.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam faktor-faktor yang memengaruhi preferensi mahasiswa terhadap media pembelajaran daring, seperti gaya belajar, motivasi belajar, dan kualitas konten pembelajaran. Hal ini penting untuk memahami bagaimana media pembelajaran daring dapat dirancang dan diimplementasikan secara efektif untuk memenuhi kebutuhan belajar yang beragam. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model blended learning yang mengintegrasikan media pembelajaran daring dan luring secara optimal. Model ini harus mempertimbangkan karakteristik mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan, sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efektivitas penggunaan media pembelajaran daring dalam meningkatkan hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian ini dapat melibatkan eksperimen dengan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, serta menggunakan instrumen yang valid dan reliabel untuk mengukur hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis. Dengan demikian, dapat diperoleh bukti empiris yang kuat tentang manfaat media pembelajaran daring dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

  1. Digital Parenting: Bagaimana Mencegah Kecanduan Gadget Pada Anak | Auladuna: Jurnal Prodi Pendidikan... doi.org/10.36835/au.v2i1.301Digital Parenting Bagaimana Mencegah Kecanduan Gadget Pada Anak Auladuna Jurnal Prodi Pendidikan doi 10 36835 au v2i1 301
  2. Educate: Journal of Educational Technology is. pembelajaran google site bahasa inggris kelas educate... ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/EDUCATE/article/view/4891Educate Journal of Educational Technology is pembelajaran google site bahasa inggris kelas educate ejournal uika bogor ac index php EDUCATE article view 4891
Read online
File size384.4 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test