HMPUBLISHERHMPUBLISHER

Community Medicine and Education JournalCommunity Medicine and Education Journal

Akreditasi rumah sakit diakui secara global sebagai kerangka strategis untuk mengstandarkan kualitas pelayanan kesehatan. Namun, efektivitas jangka panjang akreditasi dalam mempertahankan praktik Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) serta mengurangi Infeksi Terkait Perawatan Kesehatan (ITPK) masih menjadi perdebatan sengit. Sebagian besar literatur yang ada mengandalkan data lintas-seksi, gagal menangkap stabilitas temporal dari hasil pasca-akreditasi. Tinjauan sistematis dan meta-analisis dilakukan sesuai dengan panduan PRISMA. Analisis dilakukan terhadap artikel penelitian longitudinal, time-series terputus, dan pra-pasca penelitian dengan fokus pada kepatuhan PPI dan insiden ITPK sebelum, selama, dan setelah siklus akreditasi. Ekstraksi data berfokus pada ukuran sampel, rata-rata, dan standar deviasi untuk menghitung Perbedaan Rata-Rata Standar (PRS) menggunakan model efek acak DerSimonian-Laird. Heterogenitas dinilai melalui statistik I-squared. Delapan penelitian longitudinal yang mencakup berbagai konteks kesehatan internasional dimasukkan. Meta-analisis gabungan menunjukkan perbaikan yang signifikan secara statistik, moderat pada hasil PPI pasca-akreditasi, dengan PRS keseluruhan sebesar 0,52 (Interval Kepercayaan 95 persen: 0,38 hingga 0,66, p < 0,001). Analisis subkelompok mengungkapkan bahwa pengukuran kepatuhan struktural PPI menunjukkan ukuran efek yang lebih tinggi (PRS = 0,58) dibandingkan dengan hasil klinis langsung seperti penurunan kepadatan insiden ITPK (PRS = 0,42). Heterogenitas moderat diamati (I-squared = 54 persen). Kesimpulannya, akreditasi rumah sakit bertindak sebagai katalis yang signifikan untuk meningkatkan metrik PPI seiring waktu. Ukuran efek moderat pada hasil klinis langsung menunjukkan bahwa akreditasi memberikan fondasi struktural yang harus digabungkan dengan perbaikan kualitas berkelanjutan dan kepemimpinan institusional yang kuat untuk mencegah peluruhan pasca-survei.

This systematic review and meta-analysis synthesized rigorous longitudinal data to conclusively demonstrate that hospital accreditation exerted a statistically significant, moderate, and sustained positive effect on Infection Prevention and Control (IPC) outcomes.By analyzing time-series data, this study moved decisively beyond the cross-sectional debate, proving that accreditation effectively catalyzed long-term improvements in structural compliance, hand hygiene practices, and the reduction of healthcare-associated infections globally.The analysis revealed that accreditation functioned as a profound structural catalyst, firmly embedding quality standards into organizational behavior and directly interrupting the pathophysiological transmission pathways of multidrug-resistant pathogens.However, the distinction in effect sizes between process compliance and direct clinical outcomes emphasized the complex biological nature of nosocomial infections, highlighting that while administrative processes were highly responsive to external regulation, patient outcomes required a multifactorial clinical approach.Healthcare institutions must view accreditation not as episodic regulatory hurdles, but as fundamental architectural blueprints for building a sustained culture of patient safety and continuous quality improvement.The meta-analysis confirms that while accreditation initiates the improvement, leadership solidifies it.The risk of survey-driven behavior remains a potent threat to global health systems.If hospital management views accreditation purely as a periodic licensing hurdle rather than a framework for continuous quality improvement, compliance predictably drops in the years between survey cycles.To maintain the gains mapped in this meta-analysis, hospital administrators must foster an embedded patient safety culture.This involves empowering Infection Prevention and Control Nurses, allocating dedicated budgetary resources for continuous education, and utilizing localized, continuous dashboard monitoring independent of the external accreditors timeline.True cultural transformation occurs when leadership transitions from a mindset of episodic compliance to a philosophy of sustained clinical excellence.

Saran penelitian lanjutan yang baru: . . 1. Mengkaji lebih lanjut dampak akreditasi rumah sakit terhadap budaya keselamatan pasien dan praktik perbaikan kualitas berkelanjutan di berbagai konteks budaya dan sosial ekonomi. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana akreditasi dapat mendorong transformasi budaya organisasi dan bagaimana hal itu mempengaruhi hasil klinis jangka panjang. . . 2. Meneliti efektivitas intervensi spesifik yang diprakarsai oleh akreditasi rumah sakit dalam mengurangi infeksi terkait perawatan kesehatan. Studi ini dapat mengidentifikasi intervensi tertentu yang paling efektif dalam mengurangi infeksi dan menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan intervensi tersebut. . . 3. Menganalisis peran kepemimpinan dalam mempertahankan hasil positif yang dicapai melalui akreditasi rumah sakit. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana kepemimpinan yang kuat dapat memperkuat budaya keselamatan pasien dan memastikan kepatuhan terhadap standar akreditasi, serta bagaimana hal itu mempengaruhi hasil klinis jangka panjang. . . Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang bagaimana akreditasi rumah sakit dapat menjadi katalis untuk perbaikan kualitas berkelanjutan dan mengurangi infeksi terkait perawatan kesehatan, serta peran kepemimpinan dalam mempertahankan hasil positif tersebut.

  1. Sustaining Infection Prevention and Control Post-Accreditation: A Systematic Review and Meta-Analysis... doi.org/10.37275/cmej.v7i1.872Sustaining Infection Prevention and Control Post Accreditation A Systematic Review and Meta Analysis doi 10 37275 cmej v7i1 872
Read online
File size1.48 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test