UIRUIR

Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu PengetahuanAl-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan

Problematik wanita selalu menjadi tema menarik dalam kajian Islam. hal ini menjadikan seorang Fazlur Rahman juga tertarik untuk mengkajinya lebih dalam. Dalam artikel ini dijelaskan secara mendalam terkait pemikiran Fazlur Rahman tentang poligami. Fazlur Rahman memiliki cara pandang berbeda terhadap poligami,. Penelitian ini merupakan kajian pustaka, disusun berdasarkan metode kualitatif dan disajikan secara deskriptif dan analitis. Islam datang dengan membawa serangkaian pembenaran dari tindakan yang dilakukan bangsa Arab kala itu. Melalui Al-Quran, Islam membantah tuduhan-tuduhan dan stigma negatif. Islam sangat memuliakan wanita dan yang paling pokok dari masalah gender terjawab sudah melalui konsep tauhid dimana derajat laki-laki dan perempuan adalah sama di mata Allah dan sosial.

Islam memberikan solusi keadilan dalam pernikahan melalui pembatasan poligami hingga empat istri dengan syarat keadilan, namun monogami menjadi pilihan utama untuk menghindari ketidakadilan dan penyimpangan.Konsep tauhid menegaskan kesetaraan gender yang mengoreksi pandangan negatif masyarakat Jahiliyyah terhadap perempuan, menunjukkan bahwa derajat laki-laki dan perempuan setara di mata Allah.Poligami dibolehkan sebagai solusi sosial kontekstual terkait penyantunan anak yatim yang memerlukan keadilan fisik, emosional, dan materiil, bukan untuk kepuasan semata.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji secara empiris bagaimana metode double movement Fazlur Rahman diterapkan dalam praktik pengadilan agama Indonesia ketika mengevaluasi permohonan izin poligami, untuk melihat sejauh mana pertimbangan keadilan kontekstual benar-benar dilaksanakan oleh para hakim dalam persidangan nyata. Selain itu, diperlukan studi komparatif yang mendalam antara pemikiran Fazlur Rahman dan para cendekiawan progresif kontemporer lainnya seperti Amina Wadud atau Nasaruddin Umar terkait penafsiran QS. An-Nisa ayat 129 tentang ketidakmungkinan keadilan emosional dalam poligami, guna memperkaya wacana kesetaraan gender dalam hukum keluarga Islam secara teoretis dan aplikatif. Di bidang sosial-psikologis, penelitian dapat dilakukan untuk menguji dampak nyata praktik poligami terhadap kesejahteraan psikologis serta perkembangan pendidikan anak-anak dalam keluarga poligami modern di kota-kota besar Indonesia, dengan mempertimbangkan faktor ekonomi dan emosional yang selama ini hanya dibahas secara teoritis dalam kajian keagamaan. Ketiga arah penelitian ini sangat penting untuk memastikan bahwa kebijakan poligami tidak hanya mengacu pada teks historis semata, tetapi juga mempertimbangkan realitas sosial dan keadilan gender yang konkret dalam kehidupan masyarakat Muslim masa kini.

  1. Relevansi Pemikiran Fazlur Rahman Terhadap Pendidikan Modern di Indonesia | Jurnal Pendidikan Agama Islam... journal.uir.ac.id/index.php/althariqah/article/view/1516Relevansi Pemikiran Fazlur Rahman Terhadap Pendidikan Modern di Indonesia Jurnal Pendidikan Agama Islam journal uir ac index php althariqah article view 1516
  2. Menjawab Problematik Derajat Wanita Dalam Kehidupan Sosial Perspektif Fazlur Rahman | Al-Hikmah: Jurnal... doi.org/10.25299/ajaip.2025.vol22(2).19863Menjawab Problematik Derajat Wanita Dalam Kehidupan Sosial Perspektif Fazlur Rahman Al Hikmah Jurnal doi 10 25299 ajaip 2025 vol22 2 19863
  3. KAJIAN JURIDIS DAMPAK POLIGAMI TERHADAP KEHIDUPAN KELUARGA | Bacarita Law Journal. kajian juridis poligami... doi.org/10.30598/bacarita.v1i1.2788KAJIAN JURIDIS DAMPAK POLIGAMI TERHADAP KEHIDUPAN KELUARGA Bacarita Law Journal kajian juridis poligami doi 10 30598 bacarita v1i1 2788
Read online
File size771.14 KB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test