STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE

Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan LhokseumaweJurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe

Neuropati merupakan sekelompok penyakit yang mempengaruhi semua jenis saraf. Salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri yang timbul akibat adanya neuropati diabetik adalah senam kaki diabetik. Tujuan penelitian untuk mengetahui di Puskesmas Blang Mangat Kota Lhokseumawe. Desain penelitian ini bersifat Quassy experiment, dengan perancangan One Group Pretest dan Posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes mellitus tipe II non ulkus sebanyak 32 pasien. Jumlah sampel sebanyak 32 responden ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisa dilakukan dengan proses komputerisasi melalui uji t-paired. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa respon neuropati sebelum dilaksanakan senam kaki diabetik (PreTest) berada pada kategori neuropati sebesar 93.8% dan respon neuropati sesudah dilaksanakan senam kaki diabetik (PostTest) berada pada kategori normal sebesar 71.9%. Hasil nilai p-value= 0.000<0.05, hal ini membuktikan bahwa ada di Puskesmas Blang Mangat Kota Lhokseumawe. Kesimpulan hasil penelitian ini dapat menjadi informasi dan dapat menambah pengetahuan bagi pasien tentang tata cara/tata laksana senam kaki sehingga dapat dilakukan secara mandiri dirumah masing-masing pasien.

Senam kaki diabetik terbukti mampu mengubah kategori respon neuropati dari kondisi neuropati menjadi normal pada sebagian besar pasien.Temuan ini menunjukkan bahwa senam kaki diabetik merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam mengurangi dampak neuropati diabetik.

Pertama, perlu dikaji efektivitas durasi dan frekuensi pelaksanaan senam kaki diabetik secara lebih rinci melalui penelitian komparatif dengan variasi jadwal latihan (misalnya 3 kali seminggu vs 5 kali seminggu) untuk menentukan skema optimal yang paling berdampak pada perbaikan respon neuropati. Kedua, penting untuk mengevaluasi pengaruh pendampingan keluarga selama pelaksanaan senam kaki di rumah terhadap kepatuhan dan hasil klinis pasien, mengingat kurangnya kepedulian keluarga menjadi temuan awal dalam penelitian ini. Ketiga, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk mengeksplorasi apakah manfaat senam kaki diabetik dapat mencegah progresi menuju ulkus kaki diabetik dalam jangka panjang, terutama pada pasien tanpa ulkus yang memiliki risiko tinggi. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memberikan bukti lebih kuat mengenai aspek praktis, sosial, dan klinis jangka panjang dari intervensi senam kaki diabetik.

  1. DOI Name 10.54460 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 09z crossref email support... doi.org/10.54460DOI Name 10 54460 Values doi name values index type timestamp data hs serv 09z crossref email support doi 10 54460
  2. Hubungan Aktivitas Fisik dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus | Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan... doi.org/10.54460/jifa.v8i2.66Hubungan Aktivitas Fisik dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Jurnal Assyifa Jurnal Ilmu Kesehatan doi 10 54460 jifa v8i2 66
Read online
File size269.22 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test