UAJMUAJM

JManagERJManagER

Kemampuan menyerap, berbagi, menggunakan, dan menyimpan pengetahuan menjadi sangat penting untuk bertahan hidup di era industri 4.0 dan masyarakat 5.0. Situasi ini diperburuk oleh munculnya pandemi corona dan situasi normal baru yang menghadirkan banyak tantangan baru. Penelitian studi literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi apa yang telah dilakukan UKM untuk menyerap pengetahuan, terutama dari lingkungan organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menyerap pengetahuan dimulai melalui pembentukan jaringan dengan perusahaan yang serupa, database internet, media sosial sementara asimilasi dilakukan dengan keterlibatan dalam kegiatan pelatihan dan konseling, implementasinya disesuaikan dengan konteks perusahaan.

Berdasarkan tinjauan literatur, dapat ditarik beberapa kesimpulan.Pertama, akuisisi mencerminkan kemampuan organisasi untuk mengidentifikasi dan mengakses pengetahuan eksternal yang berpotensi berguna untuk operasi UKM.Hal ini mencakup penguasaan teknik eksplorasi dan mengandalkan keterampilan interpersonal untuk mendapatkan pengetahuan berharga dari para ahli eksternal.Kedua, asimilasi melibatkan interpretasi dan kegiatan konfrontatif antara pengetahuan baru dan organisasi sebelumnya, dan keterampilan komunikasi untuk secara efektif menyebarkan pengetahuan baru.Ketiga, aplikasi atau eksploitasi melibatkan pengambilan pengetahuan yang diciptakan dan diinternalisasi untuk penggunaan yang efektif dan membutuhkan internalisasi pengetahuan baru dengan menggabungkannya dengan organisasi sebelumnya untuk mencapai skema integratif baru.

Berdasarkan tinjauan literatur dan analisis terhadap penelitian sebelumnya, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada bagaimana karakteristik kepemimpinan dalam UKM memengaruhi kemampuan mereka dalam menyerap dan mengimplementasikan pengetahuan eksternal. Hal ini penting karena kepemimpinan yang adaptif dan terbuka terhadap ide-ide baru dapat mendorong budaya pembelajaran dan inovasi dalam organisasi. Kedua, penelitian dapat menyelidiki peran teknologi digital, seperti platform kolaborasi online dan analisis data, dalam memfasilitasi proses absorpsi pengetahuan bagi UKM. Dengan memanfaatkan teknologi, UKM dapat memperluas jaringan mereka, mengakses informasi yang lebih luas, dan meningkatkan kemampuan mereka untuk mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang baru. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana UKM dapat mengembangkan strategi untuk mengelola ketegangan antara eksploitasi pengetahuan yang ada dan eksplorasi pengetahuan baru. Keseimbangan yang tepat antara kedua pendekatan ini penting untuk memastikan bahwa UKM dapat terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian selanjutnya dapat memberikan wawasan yang berharga bagi UKM dalam meningkatkan kemampuan mereka untuk menyerap pengetahuan, berinovasi, dan mencapai keberhasilan jangka panjang di pasar yang kompetitif.

Read online
File size443.64 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test