IBRAHIMYIBRAHIMY

Samakia : Jurnal Ilmu PerikananSamakia : Jurnal Ilmu Perikanan

Ikan Cempedik yang populer di Pulau Belitung seringkali dikaji kematangan gonadnya pada musim penghujan. Pemilihan musim penghujan menyesuaikan dengan musim penangkapannya. Belum ada kajian pada spesies ini pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kematangan gonad ikan cempedik (Osteochilus spilurus) pada musim kemarau. Penelitian ini mengambil sampel ikan di Sungai Bumang, Desa Kemuja, Kabupaten Bangka. Sebanyak 30 ekor ikan diambil secara acak dari tangkapan menggunakan alat perangkap bubu. Pengambilan sampel ikan dilakukan pada puncak musim kemarau yaitu Bulan Juli 2024. Sebagian besar ikan menunjukkan kematangan gonad ikan jantan maupun ikan betina berada pada tingkat 3 sampai 4. Ikan Cempedik, yang sebelumnya diketahui memasuki kematangan gonad pada musim penghujan, juga memiliki tingkat maturasi tinggi pada musim kemarau. Spesies ini dimungkinkan bereproduksi disepanjang musim baik musim kemarau maupun musim penghujan.

Pada musim kemarau mayoritas Ikan Cempedik memasuki TKG III dan IV dengan nilai nisbah kelamin jantan betina berkisar 46,67% dan 53,33%.IKG ikan Cempedik yang dibawah 20% memungkinkan ikan ini dapat digolongkan sebagai jenis ikan yang mampu memijah lebih dari satu kali setiap tahunnya.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada siklus reproduksi Ikan Cempedik di musim hujan dan kemarau secara berkelanjutan untuk memastikan pola reproduksi sepanjang tahun. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan antara Sungai Bumang dengan sungai lain di Pulau Bangka untuk melihat variabilitas lingkungan terhadap kematangan gonad. Terakhir, penelitian juga bisa menggali faktor lingkungan seperti kualitas air, suhu, dan ketersediaan makanan yang memengaruhi proses reproduksi spesies ini, khususnya pada musim kemarau.

Read online
File size1.52 MB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test