UNMUHUNMUH

J-ProteksionJ-Proteksion

Teknologi pengelasan merupakan salah satu bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam suatu proses manufaktur karena pengelasan memegang peranan penting dalam setiap rekayasa logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi media pendingin terhadap nilai kekerasan Stainless Steel AISI 304 hasil pengelasan SMAW dan pengelasan GTAW pada daerah logam induk, logam las dan HAZ. Pada penelitian ini pengelasan yang dilakukan adalah pengelasan SMAW menggunakan elektroda E308-16 Ø 3,2 mm dan GTAW menggunakan elektroda ER308L Ø 3,2 mm pada material Stainless Steel AISI 304 dengan sambungan pengelasan berbentuk kampuh V tunggal dengan sudut kampuh 60° dan variasi media pendingin yang digunakan adalah coolant, oli SAE 40 dan udara. Dari hasil penelitian nilai kekerasan tertinggi pada logam las terdapat pada hasil pengelasan GTAW dengan variasi media pendingin coolant yaitu 130,6 HB dan pada HAZ terdapat pada hasil pengelasan SMAW dengan variasi media pendingin yaitu 137,0 HB, nilai kekerasan terendah pada logam las terdapat pada hasil pengelasan SMAW dengan variasi media pendingin udara yaitu 121,6 HB dan pada HAZ terdapat pada hasil pengelasan GTAW dengan variasi media pendingin udara yaitu 131,0 HB, dan nilai kekerasan pada logam induk hasil pengelasan SMAW dan GTAW dengan variasi media pendingin coolant, oli SAE 40, dan udara memiliki nilai yang konstan yaitu 118,7 HB.

Berdasarkan hasil analisa data penelitian, maka didapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut.(1) Nilai kekerasan tertinggi pada daerah pengelasan logam las terdapat pada hasil pengelasan GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) dengan variasi media pendingin coolant yaitu 130,6 HB, sedangkan nilai kekerasan terendah pada daerah pengelasan logam las terdapat pada hasil pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) dengan variasi media pendingin udara yaitu 121,6 HB.(2) Nilai kekerasan tertinggi pada daerah pengelasan HAZ (Heat Affected Zone) terdapat pada hasil pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) dengan variasi media pendingin coolant yaitu 137,0 HB, sedangkan nilai kekerasan terendah pada daerah pengelasan HAZ (Heat Affected Zone) terdapat pada hasil pengelasan GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) dengan variasi media pendingin udara yaitu 131,0 HB.(3) Nilai kekerasan pada daerah pengelasan logam induk hasil pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) dan GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) dengan variasi media pendingin coolant, oli SAE 40, dan udara memiliki nilai yang konstan yaitu 118,7 HB.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat dikembangkan beberapa arah studi lanjutan. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada investigasi pengaruh variasi parameter pengelasan seperti arus dan tegangan terhadap struktur mikro dan sifat mekanik hasil pengelasan, dengan tujuan untuk mengoptimalkan proses pengelasan dan menghasilkan sambungan yang lebih kuat dan tahan lama. Kedua, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh jenis media pendingin yang berbeda, seperti nitrogen atau argon, terhadap pembentukan HAZ dan sifat-sifat material di sekitarnya, sehingga dapat ditemukan media pendingin yang paling efektif dalam mengurangi distorsi dan meningkatkan kualitas pengelasan. Ketiga, penelitian dapat diperluas dengan mengkaji pengaruh kombinasi perlakuan panas, seperti annealing atau quenching, setelah proses pengelasan terhadap sifat-sifat mekanik dan ketahanan korosi sambungan las, dengan harapan dapat meningkatkan kinerja dan umur pakai komponen yang dilas.

Read online
File size377.49 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test