IBRAHIMYIBRAHIMY

Samakia : Jurnal Ilmu PerikananSamakia : Jurnal Ilmu Perikanan

Tujuan penelitian adalah untuk menentukan kapasitas produksi dan luas lahan optimal tambak udang intensif berdasarkan daya dukung perairan pesisir Kecamatan Banyuputih dengan permodelan sistem dinamis. Analisis optimasi produksi tambak udang intensif dilakukan dengan pendekatan permodelan sistem dinamis menggunakan alat bantu software Stella ver. 9.02. Variabel yang disimulasi pada analisa pemodelan ini adalah variabel kapasitas oksigen perairan, kuantitas limbah budidaya, biomassa udang, bobot rata-rata udang, dan prosentase tingkat kelulushidupan udang selama satu siklus budidaya. Hasil simulasi model dinamis menunjukkan bahwa sistem budidaya udang intensif padat tebar (110 ekor/m2) dengan penerapan 2 (dua) kali panen parsial (pada saat umur udang 70 hari dan 90 hari) menghasilkan produktifitas biomassa udang yang paling optimal serta beban limbah TSS pada perairan pesisir yang paling kecil dibandingkan dengan sisitem budidaya intensif dengan tingkat padat tebar (130 ekor/m2), (150 ekor/m2), dan (170 ekor/m2). Penerapan sisitem budidaya dengan padat 110 ekor/m2 memberikan tingkat daya dukung optimal perairan untuk pengembangan lahan tambak udang intensif seluas 45 ha atau 65.4% dari daya dukung maksimal perairan (67,8 ha) dengan kapasitas produksi optimal sebesar 1.165.327,43 kg udang.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa padat tebar 110 ekor/m2 memberikan tingkat produktivitas biomassa udang yang paling optimal dan jumlah limbah budidaya yang paling sedikit dibandingkan padat tebar lainnya.Penerapan densitas tebar 110 ekor/m2 memberikan tingkat daya dukung lahan optimal sebesar 45 Ha dari total daya dukung lahan maksimal sebesar 68.Dengan demikian, penerapan padat tebar 110 ekor/m2 sesuai dengan kapasitas daya dukung, menghasilkan input produksi biomassa udang optimal sebesar 1.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh variasi kualitas air, seperti salinitas dan pH, terhadap kinerja pertumbuhan udang pada padat tebar optimal. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan teknologi pengolahan limbah terpadu yang efektif dan efisien untuk mengurangi dampak negatif limbah tambak terhadap lingkungan pesisir. Ketiga, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan efisiensi dan keberlanjutan antara sistem budidaya intensif dengan sistem budidaya semi-intensif atau tradisional dalam konteks daya dukung perairan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan mendalam untuk mendukung pengelolaan budidaya udang yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan dan ekonomi secara terintegrasi, diharapkan dapat dicapai keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya perairan dan pelestarian ekosistem pesisir.

Read online
File size295.6 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test