IBRAHIMYIBRAHIMY
Samakia : Jurnal Ilmu PerikananSamakia : Jurnal Ilmu PerikananSnack bar adalah jenis makanan selingan yang dibuat dari berbagai macam bahan sehingga dapat digunakan sebagai salah satu produk diversifikasi pangan. Tepung ikan teri sangat potensial dijadikan sebagai bahan tambah snack bar karena memiliki keunggulan dapat dikonsumsi seluruh bagian tubuhnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui daya terima konsumen secara organoleptik (uji hedonik) sekaligus mengetahui kandungan proksimat snack bar substitusi tepung ikan teri. Terdapat empat formulasi pembuatan snack bar, yakni penambahan tepung ikan teri sebanyak 15% (P1), 25% (P2), dan 35% (P3), dan kontrol (tanpa penambaha tepung ikan teri). Hasil pengujian organoleptik berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan uji lanjut Duncan menunjukkan tiga perlakuan penambahan ikan teri berbeda nyata dengan kontrol untuk setiap atribut pengujian (rasa, aroma, warna dan tekstur. Berdasarkan nilai mean atribut rasa, aroma, tekstur dari setiap perlakuan penambahan tepung ikan teri diketahui bahawasanya P2 (penambahan ikan teri 15%) memiliki tingkat kesukaan panelis tertinggi. Analisis proksimat pada penambahan tepung ikan teri 15% (P2) diperoleh kadar air 8,27%, kadar abu 2,06%, kadar protein 18,63%, kadar lemak 15,44%, dan kadar karbohidrat 60%.
Berdasarkan hasil penelitian, daya terima konsumen terhadap snack bar substitusi tepung ikan teri dari semua perlakuan berbeda nyata dengan kontrol (tanpa penambahan ikan teri) baik dari segi atribut rasa, aroma, warna dan tekstur.Perlakuan terpilih adalah P2 (25%) berdasarkan skor tertinggi pada atribut rasa, aroma dan tekstur.Analisis proksimat perlakuan terpilih P2 (25%) diperoleh kadar air sebesar 8,27%, kadar abu 2,06%, kadar protein 18,63%, kadar lemak 15,44% dan kadar karbohidrat sebesar 55,60%.
Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan snack bar dengan variasi bahan dan komposisi yang berbeda untuk meningkatkan daya terima konsumen. 2. Melakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh penambahan tepung ikan teri terhadap kualitas dan sifat fungsional snack bar, seperti tekstur, rasa, dan aroma. 3. Menganalisis dampak penambahan tepung ikan teri terhadap nilai gizi dan kandungan nutrisi snack bar, serta mengkaji manfaatnya bagi kesehatan konsumen.
| File size | 251.09 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD They can be further utilised as an alternative food based on durian seeds, especially in the Parigi Moutong area, Central Sulawesi. The research demonstratesThey can be further utilised as an alternative food based on durian seeds, especially in the Parigi Moutong area, Central Sulawesi. The research demonstrates
PENERBITGOODWOODPENERBITGOODWOOD Kandungan nutrisi tertinggi diamati pada perlakuan dengan konsentrasi limbah surimi yang lebih tinggi, yang menunjukkan korelasi positif antara penambahanKandungan nutrisi tertinggi diamati pada perlakuan dengan konsentrasi limbah surimi yang lebih tinggi, yang menunjukkan korelasi positif antara penambahan
UNIPASBYUNIPASBY Penggunaan kosmetika yang tepat berperan sebagai sumber nutrisi tambahan untuk kecantikan kulit dan membantu menghambat proses penuaan dini bila digunakanPenggunaan kosmetika yang tepat berperan sebagai sumber nutrisi tambahan untuk kecantikan kulit dan membantu menghambat proses penuaan dini bila digunakan
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan perbandingan tepung mocaf terhadap tepung tempe berpengaruh signifikan terhadap kualitas organoleptik yangHasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan perbandingan tepung mocaf terhadap tepung tempe berpengaruh signifikan terhadap kualitas organoleptik yang
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR 00; aroma 4. 00; texture 4. 13; taste 4. 13; and overall acceptance 4. 10. The nutritional content per 100 g of P2 included 13.11 g of protein, 16,926.5900; aroma 4. 00; texture 4. 13; taste 4. 13; and overall acceptance 4. 10. The nutritional content per 100 g of P2 included 13.11 g of protein, 16,926.59
UNIBAUNIBA 7%) memberikan ASI eksklusif kepada bayi mereka, dan sebagian besar bayi (56. 4%) memiliki jumlah gigi susu yang sesuai dengan usia mereka. Analisis statistik7%) memberikan ASI eksklusif kepada bayi mereka, dan sebagian besar bayi (56. 4%) memiliki jumlah gigi susu yang sesuai dengan usia mereka. Analisis statistik
SALNESIASALNESIA PKM ini bertujuan memberikan Solusi dari masalah paska panen singkong melalui transfer IPTEK inovasi singkong menjadi produk bahan baku pangan yang bernilaiPKM ini bertujuan memberikan Solusi dari masalah paska panen singkong melalui transfer IPTEK inovasi singkong menjadi produk bahan baku pangan yang bernilai
SMUJOSMUJO Masyarakat pertanian saat ini menghadapi tantangan serius terkait penggunaan bahan kimia dan berkurangnya lahan pertanian akibat salinitas, banjir, sertaMasyarakat pertanian saat ini menghadapi tantangan serius terkait penggunaan bahan kimia dan berkurangnya lahan pertanian akibat salinitas, banjir, serta
Useful /
STIKBARSTIKBAR Data dikumpulkan menggunakan metode work sampling, observasi, dan tinjauan dokumen. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan waktuData dikumpulkan menggunakan metode work sampling, observasi, dan tinjauan dokumen. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan waktu
APTISIAPTISI Faktor-faktor kunci yang mempengaruhi efektivitas meliputi kualitas sistem e-learning, responsivitas instruktur, dukungan teknis, dan manajemen kecemasanFaktor-faktor kunci yang mempengaruhi efektivitas meliputi kualitas sistem e-learning, responsivitas instruktur, dukungan teknis, dan manajemen kecemasan
POLIMDOPOLIMDO Terdapat hubungan yang sangat erat dan saling bergantung antara English for Specific Purpose (ESP) dan Analisis Kebutuhan (analisis keinginan/minat). ESPTerdapat hubungan yang sangat erat dan saling bergantung antara English for Specific Purpose (ESP) dan Analisis Kebutuhan (analisis keinginan/minat). ESP
IBRAHIMYIBRAHIMY Pellet diberikan saat larva umur 8-10 hari dengan ukuran pellet level 1. Ukuran pellet terus bertambah sesuai bukaan mulut larva hingga panen. PenyakitPellet diberikan saat larva umur 8-10 hari dengan ukuran pellet level 1. Ukuran pellet terus bertambah sesuai bukaan mulut larva hingga panen. Penyakit