STIKBARSTIKBAR

Public Health of IndonesiaPublic Health of Indonesia

Latar Belakang: Jumlah tenaga kerja di unit laboratorium rumah sakit Anutapura Palu adalah 30 orang, tetapi masih terdapat masalah dalam hal pemeriksaan sampel yang hanya terdiri dari beberapa orang dalam satu jenis pemeriksaan sementara dalam hal pemeriksaan sampel membutuhkan tenaga karena jumlah kunjungan pasien yang banyak yang memerlukan pemeriksaan sampel. Salah satu metode perencanaan tenaga kerja adalah Workload Indicator Of Staffing Needed (WISN) yang menghitung jumlah optimal berdasarkan beban kerja karyawan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah tenaga yang dibutuhkan secara optimal di Unit laboratorium di RSU Anutapura menggunakan metode WISN. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan menggunakan metode work sampling, observasi, dan tinjauan dokumen. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan waktu produktif dari waktu total kegiatan adalah 88,51% dan dengan menggunakan waktu produktif dari jam kerja adalah 114.240 menit per tahun, standar beban kerja adalah 5817,32 per tahun dan standar kelonggaran adalah 0,4 per tahun. Kesimpulan: Berdasarkan analisis jumlah tenaga yang dibutuhkan secara optimal menggunakan metode WISN, dapat disimpulkan bahwa unit laboratorium masih membutuhkan 8 orang, dan untuk perencanaan tenaga kerja, hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah kualifikasi dan kompetensi untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas.

Berdasarkan analisis menggunakan metode WISN, unit laboratorium rumah sakit Anutapura Palu masih membutuhkan tambahan 8 orang tenaga kerja.Perencanaan tenaga kerja perlu mempertimbangkan kualifikasi dan kompetensi calon tenaga kerja untuk memastikan kualitas layanan yang optimal.Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi rumah sakit dalam mengelola sumber daya manusia di unit laboratorium guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan kesehatan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh kualifikasi dan kompetensi tenaga laboratorium terhadap kualitas hasil pemeriksaan, dengan fokus pada hubungan antara pelatihan spesifik dan tingkat kesalahan dalam proses analisis sampel. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan efisiensi dan efektivitas metode WISN dengan metode perencanaan tenaga kerja lainnya yang relevan, seperti metode berbasis standar pelayanan minimal atau metode berbasis beban kerja operasional, untuk mengidentifikasi pendekatan yang paling sesuai dengan karakteristik rumah sakit Anutapura Palu. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali persepsi dan pengalaman tenaga laboratorium terkait beban kerja, kondisi kerja, dan kebutuhan dukungan yang mereka rasakan, sehingga dapat memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif untuk meningkatkan kesejahteraan dan motivasi kerja tenaga laboratorium.

Read online
File size211.21 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test