STIKBARSTIKBAR

Public Health of IndonesiaPublic Health of Indonesia

Rotavirus merupakan penyebab paling umum dari Gastroenteritis Akut yang Diinduksi Rotavirus (RVGE) pada bayi di negara-negara berkembang. RVGE adalah bentuk diare berair akut yang menyebabkan dehidrasi parah dan pada akhirnya dapat menyebabkan kematian jika tidak diobati atau dikelola dengan buruk. Di Bangladesh, diperkirakan terjadi 2,4 juta kasus diare akibat rotavirus setiap tahunnya, menyebabkan sekitar 3.000 kematian. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan dimasukkannya vaksin Rotavirus (RV) ke dalam imunisasi rutin. Saat ini, belum ada vaksin RV yang tersedia dalam Program Imunisasi Nasional (NIP) di Bangladesh. Penelitian ini mengeksplorasi kelayakan pengenalan vaksin RV ke dalam jadwal EPI Bangladesh, mempertimbangkan efikasi vaksin, biaya-efektivitas, dan potensi tantangan seperti keterbatasan ruang pendingin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan vaksin RV berpotensi mencegah sekitar 135.000 rawat inap per tahun akibat diare rotavirus yang parah di Bangladesh dan dapat menjadi komitmen penting bagi pemerintah Bangladesh untuk memerangi penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.

Vaksin Rotavirus memiliki potensi untuk menjadi intervensi kesehatan masyarakat yang paling hemat biaya untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas diare di negara-negara berkembang seperti Bangladesh.Sebelum pengenalan vaksin RV, serangkaian penilaian kelayakan dan identifikasi kesenjangan diperlukan.Beban rotavirus yang tinggi di Bangladesh memerlukan respons yang kuat yang dapat diberikan dengan memasukkan vaksin rotavirus ke dalam jadwal EPI.Pengenalan vaksin RV akan menjadi tonggak penting dalam mencapai imunisasi universal untuk menyelamatkan nyawa anak-anak.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengevaluasi efektivitas berbagai jenis vaksin rotavirus (Rotarix dan RotaTeq) dalam konteks populasi Bangladesh, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia pemberian vaksin dan status gizi anak. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami persepsi dan sikap masyarakat terhadap vaksin rotavirus, serta faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan vaksin. Ketiga, penelitian operasional dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengatasi hambatan dalam implementasi program vaksinasi rotavirus, seperti keterbatasan ruang pendingin dan kurangnya tenaga kesehatan terlatih. Dengan menggabungkan temuan dari penelitian-penelitian ini, program imunisasi rotavirus dapat dioptimalkan untuk mencapai cakupan vaksinasi yang tinggi dan mengurangi beban penyakit rotavirus di Bangladesh.

Read online
File size133.81 KB
Pages3
DMCAReport

Related /

ads-block-test