IBRAHIMYIBRAHIMY

Samakia : Jurnal Ilmu PerikananSamakia : Jurnal Ilmu Perikanan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung buah mangrove R. mucronata dan tepung tapioka terhadap kadar tanin dan mutu organoleptik kerupuk. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk pengujian kadar tanin, sedangkan untuk uji organoleptik menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan formulasi tepung mangrove dan tepung tapioka yang terdiri dari 5 perlakuan dengan rasio P1 (10:90%), P2 (20:80%), P3 (30:70%), P4 (40:60%) dan P5 (50:50%). Setiap perlakuan dilakukan 3 kali ulangan sehingga diperoleh jumlah total perlakuan 15. Parameter yang diamati antara lain tanin dan uji organoleptik (sensori) meliputi warna, aroma tekstur, dan rasa yang menggunakan 30 orang panelis tidak terlatih. Pengujian kadar tanin menggunakan metode Spektrofotometer UV-Vis, standar tanat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan substitusi tepung buah mangrove R. mucronata dan tepung tapioka menunjukkan adanya pengaruh yang sangat nyata terhadap tekstur, rasa, warna dan aroma kerupuk pada setiap perlakuan (0,01%) dan mempunyai nilai kadar tanin dengan kisaran 6,75-22,71 mg/100g. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa substitusi tepung buah mangrove R. mucronata dan tepung tapioka menghasilkan kerupuk dengan mutu organoleptik terbaik terdapat pada perlakuan P2 (rasio 20:80%) dengan kadar tanin sebesar 8,05 mg/100g.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan tepung buah mangrove R.mucronata sebagai bahan substitusi dengan tepung tapioka menghasilkan mutu organoleptik terbaik pada perlakuan rasio P2 (20.Perlakuan ini menghasilkan kerupuk yang paling disukai panelis berdasarkan parameter warna, tekstur, dan rasa.Kadar tanin pada kerupuk dengan perlakuan P2 adalah 8,05 mg/100g, yang masih dalam batas aman untuk konsumsi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh substitusi tepung buah mangrove terhadap kandungan gizi kerupuk, seperti kandungan serat, protein, dan vitamin. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada optimasi proses pengolahan buah mangrove untuk menurunkan kadar tanin secara lebih efektif tanpa menghilangkan kandungan nutrisi penting. Ketiga, studi lebih mendalam mengenai penerimaan konsumen terhadap kerupuk mangrove dengan berbagai variasi rasa dan bentuk dapat dilakukan untuk meningkatkan potensi pasar produk ini. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai manfaat dan potensi pengembangan kerupuk mangrove sebagai produk pangan fungsional yang inovatif dan bernilai gizi tinggi, serta dapat memberikan alternatif sumber pangan baru yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Read online
File size196.54 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test