IBRAHIMYIBRAHIMY

Samakia : Jurnal Ilmu PerikananSamakia : Jurnal Ilmu Perikanan

Salah satu komoditas ikan hias air tawar yang menjadi primadona di pasar internasional adalah Ikan Koi (Cyprinus carpio). Budidaya Ikan Koi akan menjadi daya tarik usaha karena permintaan pasar yang tinggi. Pemijahan semi buatan mempunyai keunggulan karena diawali dengan seleksi induk yang matang gonad sempurna sehingga mendapatkan kualitas benih yang baik. Pelaksanaan observasi partisipan selama satu bulan di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin. Kegiatan ini bertujuan mengetahui penerapan teknologi pembenihan Ikan Koi. Prosedur pengerjaan terdiri pemeliharaan induk, seleksi induk, proses pemijahan, pemeliharaan benih, dan pendederan benih Ikan Koi. Pembenihan Ikan Koi (Cyprinus carpio) di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin menghasilkan larva sebanyak 26.000 ekor Ikan Koi. Kualitas air berdasarkan SNI dikategorikan layak dengan suhu pada kisaran 27-30oC, pH 6,9-7,28, dan DO 6,2-7,6 mg/L.

Pembenihan Ikan Koi (Cyprinus carpio) di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin berhasil dilakukan melalui serangkaian proses yaitu pemeliharaan induk, seleksi induk, pemijahan, dan pemeliharaan larva, menghasilkan 26.Kualitas air selama proses pembenihan memenuhi standar nasional dengan suhu 27-30°C, pH 6,9-7,28, dan kadar oksigen terlarut 6,2-7,6 mg/L.Hasil ini menunjukkan bahwa metode pemijahan semi buatan efektif untuk menghasilkan benih ikan koi berkualitas dalam skala terkendali.

Pertama, perlu diteliti efektivitas dosis hormon ovaprim yang lebih rendah untuk mengurangi stres pada induk dan dampak lingkungan, dengan pertanyaan penelitian: bagaimana pengaruh variasi dosis ovaprim terhadap kelangsungan hidup induk dan kualitas telur ikan koi? Kedua, penting untuk mengkaji penggunaan pakan alami lokal pengganti artemia yang lebih terjangkau dan tersedia secara berkelanjutan, melalui penelitian mengenai pertumbuhan larva ikan koi yang diberi pakan alami alternatif seperti kutu air atau daphnia. Ketiga, diperlukan studi tentang pengaruh parameter kualitas air yang lebih dinamis terhadap perkembangan embrio dan larva, khususnya fluktuasi suhu dan DO selama 24 jam, untuk mengetahui batas toleransi fisiologis larva ikan koi dalam sistem pembenihan semi intensif.

Read online
File size244.8 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test