IAHN GDEPUDJAIAHN GDEPUDJA

Sophia Dharma: Jurnal Filsafat, Agama Hindu, dan MasyarakatSophia Dharma: Jurnal Filsafat, Agama Hindu, dan Masyarakat

Geguritan merupakan karya sastra klasik yang sampai saat ini masih menarik minat masyarakat pecinta sastra. Geguritan Patibrata berisi tentang ajaran agama Hindu yang luhur, yang penting diketahui oleh umat Hindu terutama kaum wanita, dalam menunaikan swadharmanya di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan struktur dan nilai Geguritan Patibrata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode pengumpulan data meliputi inventarisasi naskah dan studi pustaka. Metode analisis data meliputi metode terjemahan dan metode deskriptif. Hasil Penelitian terhadap struktur Geguritan Patibrata meliputi tema, alur dan penokohan. Tema Geguritan Patibrata adalah kesetiaan seorang istri terhadap suami (Patibrata). Alur cerita Geguritan Patibrata terdiri dari; Eksposisi, Komplikasi, dan Resolusi. (1) Eksposisi dalam Geguritan Patibrata diawali oleh pengarang memperkenalkan tokoh utama cerita yaitu Dhyah Sunyawati. (2) Komplikasi dalam Geguritan Patibrata muncul setelah tokoh Wang Bhang Mahacitta bertemu Dhyah Nawang Sasih. Mereka berdua saling jatuh cinta dan berniat untuk melangsungkan perkawinan. (3) Resolusi (akhir cerita) Dhyah Sunyawati melihat suaminya sangat berduka setelah pulang dari perjalananya. Setelah diselidiki ternyata suaminya telah jatuh cinta dengan wanita bernama Dhyah Nawang Sasih. Demi kebahagiaan suaminya Dhyah Sunyawati, mengijinkan suaminya untuk mengawini Dhyah Nawang Sasih. Penokohan dalam Geguritan Patibrata meliputi tokoh utama adalah Dhyah Sunyawati. Tokoh Tambahan adalah Wang Bhang Mahacita, Dhyah Nawang Sasih, Dhang Hyang Mahadisara, Wang Bhang Dwiyajñana, Dhyah Dwiajñani, Dhang Hyang Lingga Pranawa, Maharsi Sri Winddhu. Adapun Nilai Geguritan Patibrata i adalah Nilai Filosofis, Nilai Etika dan Nilai Estetika.

Penelitian terhadap struktur dan nilai Geguritan Patibrata meliputi tema, alur, dan penokohan.Tema Geguritan Patibrata adalah kesetiaan seorang istri terhadap suami (patibrata).Alur cerita terdiri dari eksposisi, komplikasi, dan resolusi.Nilai yang terdapat dalam geguritan Patibrata adalah nilai filosofis, nilai etika, dan nilai estetis.Karya sastra geguritan sampai saat ini masih digemari oleh masyarakat, sehingga pelestarian terhadap karya sastra ini perlu ditingkatkan untuk mengungkapkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan membandingkan Geguritan Patibrata dengan karya sastra klasik Bali lainnya untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam penggambaran nilai-nilai kesetiaan dan dharma. Selain itu, studi mendalam mengenai konteks sosial dan budaya pada saat Geguritan Patibrata diciptakan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang makna dan relevansinya bagi masyarakat Bali pada masa lalu. Terakhir, penelitian mengenai pengaruh Geguritan Patibrata terhadap praktik keagamaan dan kehidupan sosial masyarakat Bali modern dapat mengungkap bagaimana nilai-nilai tradisional ini terus diwariskan dan diadaptasi dalam konteks kontemporer. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah pengetahuan tentang sastra Bali dan memberikan kontribusi pada pelestarian budaya bangsa, serta memberikan wawasan baru tentang bagaimana nilai-nilai luhur dapat terus relevan dan menginspirasi generasi mendatang.

Read online
File size187.89 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test