PNLPNL

Jurnal Sains dan Teknologi ReaksiJurnal Sains dan Teknologi Reaksi

Teknologi Oven Pengering Blower diuji kelayakannya melalui serangkaian pengujian seperti uji kadar gizi, kadar abu, kadar air, uji organoleptik, hingga uji pemasaran. Pengujian Oven Pengering Blower dilakukan dengan menguji bahan baku produk, yaitu cabai merah. Pengeringan menggunakan Oven Pengering Blower pada suhu 32,2˚C hingga 54,2˚C dengan kecepatan angin 12 m/s sampai kadar air berada di bawah 8% - 10%. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik pengeringan cabai merah dengan Oven Kabinet Tipe Multioven, meliputi perubahan suhu, kelembaban relatif, susut bobot material, laju aliran udara, laju volume udara, kadar air material terhadap waktu, laju pengeringan terhadap waktu, dan laju pengeringan terhadap kadar air. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan suhu pengeringan di bawah 65˚C yang diulang 3 (tiga) kali hingga mencapai kadar air 8-10% (berat kering). Hasil observasi menunjukkan bahwa selama proses pengeringan, kelembaban relatif (Rh) di luar alat pengering tercatat antara 83,28% - 89,50%. Sementara itu, Rh di dalam alat pengering teramati antara 86,58% - 97,91%. Kadar cabai merah selama proses pengeringan menurun dari 38,75% menjadi rata-rata 18,05%, dengan rincian di ruang satu dan dua mencapai 17,4%, ruang tiga dan empat 16,95%, serta ruang lima dan enam 16,6%. Waktu observasi adalah 4 jam.

Penelitian ini menunjukkan bahwa oven pengering blower efektif untuk pengeringan rempah-rempah dengan kadar air tinggi maupun rendah, dengan suhu optimal 70°C menghasilkan kualitas produk yang baik dan kadar air akhir sesuai standar.Pengeringan pada suhu 70°C selama 3 jam untuk rempah berkadar air tinggi dan 2 jam untuk rempah berkadar air rendah menghasilkan penurunan kadar air signifikan tanpa merusak sifat organoleptik atau fisik rempah.Selain itu, terdapat korelasi terbalik antara kadar abu dan kadar air, di mana kadar air yang lebih rendah berkontribusi pada peningkatan kadar abu.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi dari studi ini adalah beragam. Pertama, penting untuk melanjutkan upaya optimasi parameter pengeringan, khususnya dalam konteks mencapai kadar air yang lebih rendah, misalnya target 8-10%, yang konsisten untuk berbagai jenis rempah tanpa mengorbankan kualitas organoleptik atau nilai gizi. Penelitian ini dapat berfokus pada pengembangan profil suhu pengeringan yang dinamis dan menyesuaikan laju aliran udara secara otomatis berdasarkan karakteristik spesifik setiap rempah dan kondisi kelembaban di dalam oven. Ini akan memastikan efisiensi energi yang lebih baik serta hasil pengeringan yang optimal. Kedua, perlu dilakukan investigasi lebih lanjut mengenai peningkatan homogenitas pengeringan di dalam oven tipe kabinet multi-chamber. Karena adanya perbedaan kadar air yang teramati antarruang, penelitian dapat mengevaluasi modifikasi desain internal oven, seperti penataan tray atau sistem distribusi udara, untuk mencapai penyebaran panas dan aliran udara yang lebih merata di seluruh area pengeringan. Tujuannya adalah untuk menghasilkan produk rempah kering yang seragam dalam kadar air dan karakteristik lainnya, mengurangi variasi kualitas yang mungkin terjadi. Ketiga, untuk menambah nilai ilmiah dan praktis, penelitian di masa depan sebaiknya menyertakan analisis yang lebih komprehensif tentang dampak proses pengeringan terhadap senyawa bioaktif dan stabilitas penyimpanan rempah. Selain uji organoleptik dan kadar abu, sangat relevan untuk mengukur perubahan pada komponen rasa, aroma, dan antioksidan spesifik. Pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana kondisi pengeringan memengaruhi komposisi kimia dan umur simpan rempah akan sangat berharga, terutama untuk pengembangan produk bumbu instan berkualitas tinggi yang mempertahankan khasiat alaminya lebih lama.

Read online
File size676.4 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test