PNLPNL

Jurnal Sains dan Teknologi ReaksiJurnal Sains dan Teknologi Reaksi

Ketersediaan potensi minyak atsiri yang melimpah di Indonesia sangat menguntungkan bagi masyarakat. Salah satu minyak atsiri yang dapat dimanfaatkan potensinya adalah minyak sereh. Minyak sereh dapat diformulasikan menjadi parfum padat sebagai inovasi pengganti parfum cair. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengkarakterisasi parfum padat dari berbagai variasi konsentrasi lilin lebah (30%, 40%, 50%), minyak sereh (1%, 3%, 5%) dan beberapa note parfum. Parfum padat dikarakterisasi dengan mengamati nilai kerapatan, nilai titik didih, uji organoleptik dan uji kelompok fungsional. Hasil menunjukkan bahwa nilai kerapatan tertinggi parfum padat sebesar 0,9786 gr/ml dan nilai titik leleh sebesar 69°C terdapat pada formulasi lilin lebah 50% dan konsentrasi minyak sereh 1%. Nilai kerapatan parfum padat terendah sebesar 0,9350 gr/ml dan nilai titik leleh sebesar 61°C terdapat pada formulasi lilin lebah 30% dan konsentrasi minyak sereh 5%. Hasil uji FT-IR, parfum padat yang dihasilkan memiliki kelompok fungsional yang sama dengan campuran bahan baku yang dibuat. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terbentuk senyawa baru. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa parfum padat dengan komposisi lilin lebah 40% dan konsentrasi 1% adalah yang paling disukai.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa konsentrasi lilin lebah berbanding lurus dengan titik leleh.Semakin tinggi konsentrasi lilin lebah, semakin tinggi nilai titik leleh parfum padat yang dihasilkan.Semakin tinggi konsentrasi minyak sereh, semakin kecil nilai titik leleh yang dihasilkan.Parfum padat yang dihasilkan memiliki kelompok fungsional yang sama dengan campuran bahan baku yang dibuat.Hal ini menunjukkan bahwa tidak terbentuk senyawa baru.Pada uji organoleptik yang meliputi tekstur, aroma, dan warna, secara berurutan kode B4, B5, dan A4 yang paling disukai adalah pada komposisi lilin lebah 40%.

Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan pengembangan formulasi parfum padat dengan variasi bahan baku dan konsentrasi yang lebih luas. Selain itu, dapat dilakukan studi lebih lanjut mengenai stabilitas fisik parfum padat dalam jangka waktu yang lebih lama. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi minyak atsiri lainnya sebagai bahan baku parfum padat, serta mengoptimalkan proses produksi parfum padat agar lebih efisien dan ramah lingkungan.

  1. 0. scitepress publication details scitepress.org/Link.aspx?doi=10.5220/00099561004700530 scitepress publication details scitepress Link aspx doi 10 5220 0009956100470053
Read online
File size182.1 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test