PNLPNL
Jurnal Sains dan Teknologi ReaksiJurnal Sains dan Teknologi ReaksiPenelitian ini bertujuan untuk memformulasi sampo batang sebagai alternatif produk perawatan rambut yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan ekstrak rumput laut Eucheuma cottonii yang kaya nutrisi dan variasi konsentrasi Sodium Cocoyl Isethionate (SCI) sebagai surfaktan alami yang tidak mengiritasi kulit kepala. Ekstrak E. cottonii diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% dan dikonsentrasikan menggunakan rotary vacuum evaporator. Konsentrasi SCI yang digunakan adalah 30%, 35%, 40%, 45%, dan 50%, sedangkan konsentrasi ekstrak E. cottonii adalah 2%, 6%, 10%, 14%, dan 18%. Kualitas fisik sampo batang dievaluasi melalui uji keasaman (pH), kadar air, stabilitas busa, uji organoleptik (warna, aroma, tekstur), dan uji iritasi. Hasil menunjukkan bahwa semua formulasi memiliki pH berkisar antara 5,5–6,33, yang memenuhi standar SNI 06-2692-1992. Kadar air tertinggi tercatat sebesar 16,96% pada formulasi SCI 30% dan ekstrak 18%, sedangkan kadar air terendah sebesar 5,26% pada SCI 50% dan ekstrak 2%. Stabilitas busa meningkat seiring peningkatan konsentrasi SCI, dengan persentase stabilitas busa tertinggi sebesar 79,22% pada formulasi SCI 50% dan ekstrak 2%. Uji organoleptik menunjukkan penerimaan yang baik terhadap warna dan tekstur, meskipun aroma beberapa formula mengalami sedikit perubahan menjadi kurang segar, namun secara umum masih dapat diterima oleh panelis. Uji iritasi terhadap 25 panelis tidak menunjukkan adanya iritasi serius, menunjukkan kualitas optimal dari sampo batang yang dihasilkan.
Variasi konsentrasi sodium cocoyl isethionate (SCI) antara 30–50% memengaruhi pH, kadar air, dan stabilitas busa sampo batang, namun semua parameter tetap memenuhi standar kualitas SNI tanpa menurunkan kualitas produk.Variasi konsentrasi ekstrak rumput laut (2–18%) memengaruhi pH, kadar air, dan karakteristik busa, tetapi hasil uji organoleptik, fisik, dan kimia tetap berada dalam kategori baik sesuai standar kualitas.Sampo batang berbasis ekstrak Eucheuma cottonii dan SCI aman digunakan karena tidak menimbulkan iritasi serius pada kulit kepala.
Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi stabilitas jangka panjang sampo batang selama penyimpanan, terutama terhadap perubahan warna, aroma, dan kinerja busa dalam berbagai kondisi lingkungan seperti suhu dan kelembapan yang bervariasi. Kedua, penting untuk mengeksplorasi rasio optimal antara konsentrasi ekstrak rumput laut dan SCI guna mengurangi kadar air yang melebihi standar tanpa mengorbankan manfaat pelembap dari ekstrak, sehingga menghasilkan formulasi yang lebih stabil dan tahan lama. Ketiga, perlu dikaji efek klinis formulasi ini terhadap kondisi rambut dan kulit kepala tertentu, seperti ketombe atau rambut kering, melalui uji lapangan jangka panjang guna memahami efektivitas nyata produk terhadap masalah perawatan rambut yang umum di masyarakat.
| File size | 343.89 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
POLIPANGKEPPOLIPANGKEP Kualitas produk dendeng ikan bandeng salah satunya dapat diketahui secara visual dengan melihat bentuk fisik dari produk. Dalam pengolahan dendeng ikanKualitas produk dendeng ikan bandeng salah satunya dapat diketahui secara visual dengan melihat bentuk fisik dari produk. Dalam pengolahan dendeng ikan
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Hasil menunjukkan kadar air tempe umumnya meningkat seiring waktu fermentasi memanjang dan konsentrasi ragi meningkat. Kadar protein tertinggi dicapaiHasil menunjukkan kadar air tempe umumnya meningkat seiring waktu fermentasi memanjang dan konsentrasi ragi meningkat. Kadar protein tertinggi dicapai
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Hasil menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan lembar kerja berbasis proyek mencapai rata-rata 92, dikategorikan sangat baik. Tahap evaluasiHasil menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan lembar kerja berbasis proyek mencapai rata-rata 92, dikategorikan sangat baik. Tahap evaluasi
STIKESALFATAHSTIKESALFATAH ). Biji pinang mengandung senyawa metabolit alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan polifenol yang berperan sebagai antibakteri. Beberapa penelitian melaporkan). Biji pinang mengandung senyawa metabolit alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan polifenol yang berperan sebagai antibakteri. Beberapa penelitian melaporkan
SINERGISSINERGIS P1 dan P2 merupakan MP-ASI dari bubuk kedelai dan kulit buah naga. P1 terdiri dari 25% bubuk kedelai, 45% susu bubuk, 10% bubuk kulit buah naga, 20% gula.P1 dan P2 merupakan MP-ASI dari bubuk kedelai dan kulit buah naga. P1 terdiri dari 25% bubuk kedelai, 45% susu bubuk, 10% bubuk kulit buah naga, 20% gula.
JOURNAL JPSJOURNAL JPS ) mengandung senyawa minyak atsiri yang berpotensi sebagai pestisida alami. Tujuan untuk memformulasikan lilin aromaterapi dari minyak atsiri serai wangi) mengandung senyawa minyak atsiri yang berpotensi sebagai pestisida alami. Tujuan untuk memformulasikan lilin aromaterapi dari minyak atsiri serai wangi
PRISMAPRISMA Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, kulit bawang merah mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Antioksidan sendiriBerdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, kulit bawang merah mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Antioksidan sendiri
UNSRATUNSRAT Penelitian ini bertujuan untuk melihat stabilitas fisik dari formulasi sediaan krim ekstrak etanol kulit buah pisang Goroho pada konsentrasi 12. 5%. EvaluasiPenelitian ini bertujuan untuk melihat stabilitas fisik dari formulasi sediaan krim ekstrak etanol kulit buah pisang Goroho pada konsentrasi 12. 5%. Evaluasi
Useful /
GOODWOODPUBGOODWOODPUB Kinerja staf di pusat kesehatan tergantung terutama pada motivasi, dengan tunjangan asuransi kesehatan dan disiplin berfungsi sebagai kondisi pendukungKinerja staf di pusat kesehatan tergantung terutama pada motivasi, dengan tunjangan asuransi kesehatan dan disiplin berfungsi sebagai kondisi pendukung
GOODWOODPUBGOODWOODPUB Model hanya menjelaskan 3,60% variasi dalam Rasio Kepadatan Jalan. Kesimpulan penelitian ini adalah pengembangan infrastruktur jalan di Papua tidak dapatModel hanya menjelaskan 3,60% variasi dalam Rasio Kepadatan Jalan. Kesimpulan penelitian ini adalah pengembangan infrastruktur jalan di Papua tidak dapat
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Penelitian ini menunjukkan bahwa tempe biji labu kuning memenuhi standar nasional mengenai penampilan di ketiga wilayah Sulawesi Tengah, dengan penilaianPenelitian ini menunjukkan bahwa tempe biji labu kuning memenuhi standar nasional mengenai penampilan di ketiga wilayah Sulawesi Tengah, dengan penilaian
KJPUPIKJPUPI Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian FGB setelah latihan mengakibatkan kenaikan penumpukan glikogen di otot tulang dan hati. Dengan demikian, ditemukanPenelitian ini menunjukkan bahwa pemberian FGB setelah latihan mengakibatkan kenaikan penumpukan glikogen di otot tulang dan hati. Dengan demikian, ditemukan